Beri Contoh Baik, Haji Anto Legowo Bangunan Pagar Miliknya Dibongkar Pemerintah

0 Komentar

Proses eksekusi bangunan pagar Warkop Haji Anto 2 karena dinilai melanggar garis sempadan sungai/Foto: IST

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari membongkar bangunan pagar Warkop Haji Anto 2, yang terletak di Jalan Brigjen ZA Sugiyanto, Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu.

Pembongkaran itu dilakukan hari ini, Kamis (06/01/2022). Pemilik Warkop Haji Anto 2 dinilai telah membuat bangunan tembok permanen yang melanggar atuaran tata ruang Kendari serta garis sempadan sungai.

“Pembongkaran ini merupakan tindak lanjut dari apa yang sudah dilakukan oleh kementrian ATR. Bangunan tersebut telah melanggar sempadan sungai,” terang Sekda Pemkot Kendari, Nahwa Umar, kepada awak media usai memimpin langsung kegiatan pembongkaran bangunan tersebut.

Saat pembongkaran dilakukan, tidak ada perlawanan dari pemilik Warkop. Sekda Nahwa Umar, mengapresiasi sikap pemilik warkop yang kooperatif merelakan bangunannya dibongkar karena bertentangan dengan aturan yang ada.

“Pak Haji (pemilik Warkop, red) benar-benar melaksanakan keinginannya untuk membongkar sendiri. Kami sangat mengapresiasi sikap Beliau,” ujarnya.

Jenderal ASN Pemkot Kendari ini berharap, masyarakat Kendari yang sampai hari ini masih mempertahankan bangunan miliknya yang letaknya melanggar aturan tata ruang, agar terketuk hatinya untuk membongkar sendiri bangunan mereka.

“Karena bagaimanapun kalau sudah melanggar aturan, itu tetap harus dieksekusi,” pungkasnya.

Sementara itu, pemilik Warkop, Haji Anto, menuturkan, pihaknya mau tidak mau harus ikhlas menerima pembongkaran pagar permanen yang telah dibuatnya.

“Sebagai warga negara yang baik tentu saya harus taat hukum. Bagaimanapun, bangunan ini telah melanggar aturan. Kami juga sudah menerima teguran dari pemerintah baik dalam bentuk lisan maupun tertulis, sehingga teguran itu saya harus tindak lanjuti, karena negara kita negara hukum,” tutur Haji Anto.

Menurutnya, tujuan pembuatan pagar permanen tersebut untuk keamanan para pengunjung di tempat usaha miliknya.

“Saya memikirkan keamanan dan keselamatan pelanggan saya, karena kalau saya pakai pagar kayu, mobil bisa masuk ke sungai. Tapi karena ini sudah ditegur oleh pemerintah, tentu saya harus ikuti aturan,” pungkasnya. (red/iks)

Penulis : Febi Purnasari
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment