Punya 4 Orang Istri, Dukun Pengganda Uang Asal Konsel Dicokok Polisi

0 Komentar

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Tim Jatanras Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), mengamankan seorang lelaki berinisial S (50), karena telah menipu belasan orang dengan mengaku sebagai dukun yang bisa menggandakan uang, pada (8/9/2021).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Krimum) Polda Sultra, AKBP Bambang Wijanarko mengatakan, pelaku yang berasal dari Desa Aromo, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), telah menjalankan aksi sejak 2016 hingga awal 2021.

“Korban ada 14 orang, 8 orang diantaranya sudah diperiksa dengan kerugian hingga Rp 237 juta lebih. Sisanya masih dilakukan pengembangan,” ujarnya, pada (9/9/2021)

Ia juga menjelaskan, cara tersangaka mengelabui korbannya dengan berkata bahwa dirinya dapat menggandakan uang, dan meminta beberapa jenis persembahan, seperti kambing, dan sapi.

“Terkadang pelaku meminta sejumlah uang kepada korbannya, dengan berdalih untuk membeli kambing bahkan sapi, untuk digunakan sebagai sesajen ritualnya,” ungkapnya

“Pelaku melakukan ritual itu dengan cara menimbun uang tersebut, dan memberitahu kepada korban agar tidak menggali uang itu tanpa seizin dari tersangka. Sebab, jika korban membukanya, maka uang tersebut akan berubah menjadi uang palsu,” lanjutnya

Dari pengembangan yang dilakukan tim Ditreskrimum Polda Sultra, terungkap bahwa uang yang ditimbun tersangka tersebut memang uang palsu yang dicetak sendiri oleh tersangka. Sedangkan uang asli dari para korban diambil oleh tersangka.

“Barang bukti yang diamankan berupa perlengkapan untuk melakukan ritual, seperti sesajen, kain kafan hingga pisang untuk menancapkan dupa,” tuturnya

Dari hasil interogasi yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, pelaku mengaku melakukan aksi penipuannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Tersangka melakukan hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, karena ia memiliki empat orang istri,” ucapnya

Dari pengungkapan kasus tersebut, Kepolisian berhasil mengamankan sejumlah uang palsu yang diprint oleh pelaku sebanyak 1.002 lembar pecahan Rp 100 ribu.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 36 ayat 1 dan 2 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang serta Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

Reporter: Andri Sutrisno

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment