Peringatan Dini BMKG, Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter

0 Komentar

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari kembali mengeluarkan peringatan (warning) tinggi gelombang hingga 4 meter di perairan Menui Kendari, Baubau, Wakatobi, dan laut banda Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga 13 September mendatang.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Faizal Habibie mengatakan, pola angin umumnya dari timur laut sampai tenggara, dengan kecepatan 2 sampai 30 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah laut banda timur Sultra bagian timur dan selatan,” katanya, Selasa (7/9).

“Dengan tinggi gelombang 2,5 meter sampai 4 meter berpeluang terjadi di perairan banggai bagian selatan, perairan teluk tolo bagian timur dan barat, perairan manui kendari bagian timur dan barat, perairan Baubau bagian selatan dan utara, perairan utara Wakatobi bagian timur dan barat, dan perairan selatan Wakatobi bagian timur dan barat,” tambahnya.

Kemudian, lanjutnya, di laut banda timur Sultra bagian timur, barat, selatan, dan laut banda timur Sultra bagian utara.

“Sementara, tinggi gelombang 1,25 meter sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di banggai bagian utara,” paparnya.

Pihaknya pun memberikan saran keselamatan yang harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Yakni, sebut dia, perahu nelayan waspada dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang awas dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, kapal feri awas kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Sementara, tambahnya, kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar waspada dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.

“Bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada,” tuntasnya. (**)

Sumber : BKK
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment