Merasa Dicemarkan Namanya, Kades Lengora Laporkan Dua Akun FB dan Satu Media Online di Polda

0 Komentar

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Awaluddin Kepala Desa (Kades) Lengora Kecamatan Kabaena Kabupaten Bombana, Awaluddin mengadukan dua akun Facebook dan Media Online di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa (08/09/2021).

Melalui Kuasa Hukumnya, Masri Said, laporan tersebut sudah sampai ke meja Dirkirmsus Polda Sultra.

Masri Said mengatakan, perihal pengaduan Awaluddin selaku kliennya melakukan pelaporan karena adanya postingan berita dari salah satu media online yang mempublikasi berita tentang dugaan pemalsuan tandatanga yang merugikan kliennya tersebut.

“Tiga pihak yang dilaporkan yakni situs websiste media online tersebut, karena memposting berita dan di ruang publik, kedua yang dilaporkan adakah akun Facebook Tondowita dan ketiga adalah Emi Ina Ea karena memposting tautan berita dengan caption yang merugikan Awaluddin,” katanya kepada awak media, Selasa (08/02/2021).

“Awalnya kline kami, menerima informasi ada berita yang dibagikan oleh beberapa akun FB di group Facebook Bombana Watch. Yang disinggung adalah Awaluddin disebut melakukan tindak pidana pemalsuan tandatangan,” sebut Masri.

Selanjutnya, akun FB Tondowita menulis caption “kenapa kasian ini kades lengora muncul terus beritanya” dengan membagikan tautan berita yang berjudul ” Tiga Kapolres Menjabat di Bombana Belum Bisa Mengungkap Kasus Kades Langora”.

Sementara itu, akun FB Emi Ina Ea memposting caption “Tiga Kapolres Menjabat di Bombana Belum Bisa Mengungkap Kasus Kades Langora” di Bombana Watch dengan portal berita yang sama yakni “Tiga Kapolres Menjabat di Bombana Belum Bisa Mengungkap Kasus Kades Langora”.

“Yang menjadi keberatan kline kami adalah berita yang diposting oleh teradu secara fulgar mencatut Polres Bombana yang membenarkan bahwa Awaluddin sebagai pelaku pemalsuan tandatangan tanpa kata dugaan,” sebutnya.

“Dalan etika pers harus menggunakan dugaan karena menghargai asas praduga. Kami konfirmasi ke Kasar Reskrim Bombana karena ada bahasa membenarkan kasus tersebut melalui Kanitnya mengkonfirmasi itu tidak benar,” terang Masri.

Selanjutnya, informasi yang dipublikasi ini tidak bisa dipertanggungjawabkan krena Kasat Reskrim Bombana juga tidak membenarkan hal tersebut.

“Yang menjadi poin keberatan adalah berita yang kedua dipublikasikan pada 2 September 2021 yakni memposting gambar kline kami Kades Lengora dengan menggunakan seragam lengkap dalam beritanya tidak menggunakan kata dugaan sehingga bisa saja publik bisa langsung menghakimi sehingga kami sangat dirugikan,” urai Masri.

“Aduan kami adalah dugaan tindak pidana tanpa hak  mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya muatan akses dan atau dokumen elektronik yang dapat mencemarkan nama baik dalam UU ITE dan dugaan pidana menyiarkan berita bohong atau hoax, kami meminta kepolisian  Sultra dapat secepatnya melakukan proses hukum atas pengaduan kami sesuai uu yang berlaku kepada para teradu, klien kami sangat shock, terpukul dan sangat malu sehingga membuat nama nama baik klien kami rusak dan tercemar,” tandas dia.

Penulis : Rahmat R.

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment