Kasus COVID-19 Melandai, PPKM Level 3 di Kendari Tetap Diperpanjang

0 Komentar

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir. (Foto: Febi Purnasari/IKS)

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Kendari kembali diperpanjang dari 7-20 September 2021.

Hal tersebut berdasar pada Imendagri nomor 41 tahun 2021 tentang ppkm level 3, level 2 dan level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan COVID-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian COVID-19.

Meski di Kota Kendari sudah tidak terdapat kelurahan yang zona merah, tetapi status PPKM masih berada pada level 3.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir meminta kepada masyarakat agar tidak merasa terganggu dengan levelisasi PPKM, karena menurutnya yang paling tahu kondisi di suatu daerah adalah masyarakat itu sendiri.

“Jangan terganggu dengan levelisasi, dengan PPKM. Karena yang paling tahu situasi di Kota Kendari ini kita, dan yang paling mengerti bagaimana harus bersikap dan cara menghadapi pandemi ini yah kita,” kata Sulkarnain Kadir, saat ditemui di salah satu hotel di Kendari, Selasa (7/9/2021).

Olehnya itu, Sulkarnain mengucapkan apresiasnya kepada seluruh masyrakat Kota Kendari yang telah mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

“Lewat kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Kendari atas kekompakkannya, kedisipilinan dan kesabarannya untuk patuh terhadap protokol COVID-19,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjut Sul sapaan akrabnya, membuat kasus COVID-19 di Kota Lulo itu terus melandai.

“Alhamdulillah kasus COVID-19 kita sudah sangat jauh turun angkanya, bahkan sudah seminggu ini tidak ada lagi zona merah di Kota Kendari, hanya tersisa satu kelurahan yang zona orange selebihnya zona kuning dan selebihnya hijau. Ini tentunya atas kerja keras kita bersama,” lanjutnya.

Meski begitu, orang nomor satu di Kota Lulo itu meminta agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

Untuk diketahui, pertanggal 06 September 2021, kasus COVID-19 di Kendari tersisa 218 kasus positif. (**)

Penulis : Febi Purnasari
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment