Jaksa Sementara Susun Dakwaan Kasus Kadishub Sultra Hado Hasina

0 Komentar

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Asisten Intelejen (Asiintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra Noer Adi mengungkapkan, Selasa (3/8), jaksa penuntut umum (JPU) tengah menyusun dakwaan kasus dugaan korupsi proyek studi rekayasa lalu lintas di Kabupaten Wakatobi yang merugikan negara sekitar Rp1,1 miliar.

Kasus ini menyeret Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Hado Hasina jadi tersangka, bersama seorang dosen, La Ode Nurrahmat Arsyad.

“Iya, masih proses penyusunan surat dakwaan,” terang Noer Adi dikonfirmasi melalui media perpesanan, kemarin.

Ia menyebut, tim jaksa mempersiapkan surat dakwaan secermat mungkin, tidak boleh tergesa-gesa supaya tidak dibebaskan oleh majelis hakim.

“Setelah selesai penyusunan surat dakwaan, kemudian dilakukan ekapose surat dakwaan untuk menyempurnakan surat dakwaan tersebut,” tambah Noer Adi.

“Kalau bisa sebelum masa penahanan habis, surat dakwaan sudah fix sempurna maka akan segera dilimpahkan ke pengadilan negeri (PN),” sambungnya.

Kedua tersangka resmi ditahan pada Rabu (28/7) lalu. Proyek itu sendiri diluncurkan pada 2017, namun tidak pernah kelar.

Inspektorat Sultra yang mengaudit dokumen proyek ini menemukan penyelewengan anggaran sebesar Rp1,1 miliar.

Kasus ini pun diselidiki jaksa. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sultra diminta melakukan audit kerugian keuangan negara dan ditemukan ada kerugian negara sebesar Rp1,147 miliar.

Begitulah akhirnya, pada Maret 2021 penyidik Kejati Sultra menaikan kasus ini ke meja penyidikan dan menetapkan 2 orang tersangka, Kadishub Hado Hasina dan La Ode Nurrahmat Arsyad dari LPPM UHO Kendari.

Namun, keduanya tidak ditahan. Kedua tersangka berstatus tahanan kota.

Nanti Rabu (28/7) lalu, keduanya dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kendari.

Kedua tersangka, dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. (cr2/iis/BKK)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment