Donasi Akidi Tio Bermasalah, Ade Armando Pernah Bilang: Itu Uang Semua, Ngga Pakai Pasir

0 Komentar

INIKATASULTRA.com – Pegiat media sosial, Ade Armando jadi sasaran bully di media sosial setelah donasi Rp2 triliun dari keluarga konglomerat Akidi Tio yang dijanjikan hanya pepesan kosong.

Ade Armando di-bully karena terlanjut memuji-muji Akidi Tio melalui kanal YouTube Cokro TV. Dengan semangat, Ade Armando mengatakan Rp2 triliun uang semua. Bukan pasir.

“Anda mungkin sudah dengar ya berita menggemparkan ini. Keluarga pengusaha Akidi Tio menyumbang Rp2 triliun rupiah untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. Bukan 2 miliar loh. 2 Triliun rupiah. Uang semua, ngga pakai pasir,” ujar Ade Armando, dikutip (4/8).

Dia kemudian memuji keluarga Akidi Tio dan mengungkit etnis Tionghoa.

“Keluarga Akidi Tio adalah Tionghoa. Fakta ini sengaja saya angkat mengingat ada kalangan yang membenci Tionghoa dan menganggap Tionghoa bukan bagian dari Indonesia,” kata Ade Armando.

Dia bilang bahwa orang Tionghoa sering dijadikan musuh oleh kelompok Islam. Sebab Tionghoa dianggap bukan bagian dari Indonesia.

“Mereka dijadikan musuh bersama kelompok-kelompok Islamis radikal yang bercita-cita menguasai Indonesia. Karena itulah saya senang dengan teladan keluarga Akidi Tio,” ujar dosen Ilmu Komunikasi ini.

“Ini jadi satu contoh yang saya gunakan untuk menantang kelompok-kelompok muslim pribumi yang suka sekali menjelekan Tionghoa. Saya akan bilang ini sumbangan pengusaha Tionghoa, mana sumbanganmu,” sambung dia.

Sebagaimana diketahui, anak bungsu konglomerat Akidi Tio, Heriyanti ditangkap pihak kepolisian Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terkait janji hibah uang sebesar Rp2 triliun untuk penanganan pendemi di Palembang dan Sumatera Selatan.

Sebab janji itu tak kunjung direalisasi. Padahal acara penyerahan dana hibah itu telah dilakukan secara simbolis yang disaksikan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri S.

Setelah diperiksa, mereka kemudian dilepaskan. Kepolisian Sumatera Selatan hingga saat ini masih mencari kebenaran dana Rp2 triliun yang dijanjikan itu. (**)

Sumber : Fajar
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment