Viral ! Apriyani Rahayu Dimasa Kecil Pernah Nangis Kalah Lawan Orang Raha

0 Komentar

MUNA, INIKATASULTRA.com – Apriyani Rahayu, atlet pebulutangkis Nasional, Senin (2/8/2021) siang, sekejap viral seantero negeri, bahkan didaerah asalnya Sulawesi Tenggara (Sultra).

Atlet asal Kabupaten Konawe itu viral bukan karena sensasi dan kontrofersi, melainkan karena prestasinya yang luar biasa serta begitu membanggakan, bersama partnernya Greysia Polii sukses menghentak olimpiade Tokyo 2020 dengan raihan medali emas.

Prestasi wanita tomboy berusia 23 tahun tersebut, memang cukup cemerlang diganda putri badminton. 

Sejak dipasangkan 2017 bersama Gresyia Polii torehan prestasi dan label juara dunia telah dikantongi. Diantaranya tujuh kali menjadi juara ganda putri BWF World Tour. 

Namun siapa sangka, dibalik jungkir balik perjuangan Ani (panggilan kecil Apriyani Rahayu) mengasah emas, saat kecil ketika mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) cabang olahraga badminton di Kota Kendari, ia pernah kalah melawan peserta asal Kota Raha, Kabupaten Muna.

Yah, pengalaman Ani tersebut menjadi viral dimedia sosial. Dokumentasi visual Apriyani Rahayu bersama pebulutangkis asal Raha serta didampingi Wali Kota Kendari Asrun saat itu, dengan cepat tersebar dan telah banyak dibagikan diberanda facebook khususnya akun milik orang Raha.

Pengalaman Apriyani Rahayu terkuak, ketika potongan video wawancara indosport ikut tersebar. 

Pada video tersebut, Ani diwawancarai seorang wanita berhijab yang belum diketahui siapa nama orang tersebut. Apriyani rahayu dilontarkan pertanyaan apa yang menjadi obsesinya ikut bulutangkis dimasa kecil.

Menjawab pertanyaan itu, menurut Ani awalnya belum terlalu terobsesi. Karena terobsesinya itu sekitar umur 9 atau 10 tahun.

“Nah pada saat Porseni di Kota Kendari, pada saat itu final dengan teman saya juga tapi beda pulau, dia orang dari Raha, saya kalah. Nangis dong yang menang itu kan ke Jakarta.” kata peraih medali perunggu ganda putri kejuaraan dunia tahun 2018 dan 2019 ini. (**)

Penulis : Andik
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment