Kasus Penipuan Anak Akidi Tio Ternyata Sudah Naik Penyidikan, tapi Mangkir Terus Saat Dipanggil

0 Komentar

INIKATASULTRA.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan adanya laporan kasus penipuan yang dilakukan oleh terlapor anak bungsu Almarhum Akidi Tio, Heryanty alias H terkait kasus kasus dugaan penipuan proyek Istana Negara.

Laporan yang dilayangkan oleh saudara Ju Bang Kioh alias JBK sudah naik ke tingkat penyidikan.

“Terlapor adalah saudari H. Jadi sejak Februari tahun 2020 ini sampai saat ini sudah naik ke tingkat penyidikan,” kata Yusri di PMJ, Jakarta Selatan, Selasa (3/8/2021).

Menurut Yusri, dari hasil pemeriksaan, terlapor H juga sudah mengakui bahwa dirinya telah melakukan penipuan sebesar 7,9 miliar.

“Bahkan, terlapor sendiri mengakui (menipu) 7,9 miliar,” ujarnya.

Namun, saat hendak dilakukan pemanggilan pertama hingga kedua, terlapor tak kunjung memenuhi panggilan tersebut. Namun karena ada i’tiqad baik terlapor untuk mengembalikan uang korban, akhirnya pelapor mencabut laporannya.

“Saat itu kita sudah mengundang saudari H tapi tidak datang, tidak hadir. Sehingga hasil gelar perkara sudah memenuhi unsur naik persangkaannya adalah penipuan dan penggelapan,” ujarnya.

“Pelapor kemudian mencabut laporannya. Dalam bentuk pengiriman surat untuk mencabut laporan terhadap saudari H. Terlapor sendiri mengakui dari 7,9 miliar sudah dikembalikan 1,3 miliar secara bertahap kepada pelapor,” ujar Yusri.

Diketahui, dalam kasus ini pelaku menjanjikan korban untuk mengerjakan beberapa proyek di Istana Negara. Mulai dari pengadaan songket, interior Istana hingga pengadaan Air Conditioner (AC) di sana.

Kepada korban, Heryanty mengiming-imingi keuntungan sebesar 16-18 persen dari setiap proyek yang dikerjakan. Korban Ju Bang Kioh tergiur dan mentransfer sejumlah uang hingga Rp 6 miliar lebih. Ketika diminta uang keuntungan dan modal oleh korban, Heryanty berbelit hingga akhirnya dilaporkan ke polisi atas kasus penipuan.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian ternyata semua proyek Istana Negara yang dijanjikan oleh Heryanty kepada korban fiktif. Kini Kasus dugaan penipuan Heryanty ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya. (**)

Sumber : Pojoksatu
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment