Semester 1 di 2021, Ada 117 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Sultra

0 Komentar

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, ada 117 kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak pada semester satu tahun 2021.

Kepala Dinas P3APPKB Sultra Andi Tenri Rawe Silondae mengatakan, kekerasan yang ada terjadi di 14 dari 17 kabupaten/kota se-Sultra, selama Januari hingga Juni 2021. Dengan jumlah 117 kasus yang ditangani.

“Jumlah laporan kasus kekerasan yang dialami perempuan maupun anak sepanjang tahun 2020 tercatat 240 kasus. Sedangkan pada semester satu tahun 2021 sudah ada 117 kasus. Ini menjadi perhatian kita, sehingga ada tiga regulasi yang telah kita gagas terkait pencegahan kasus kekerasan pada perempuan dan anak” ujar Tenri melalui sambungan telepon, Minggu (1/8).

Adalah, Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2018 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan, Surat Keputusan Gubernur Nomor 87 Tahun 2020 tentang Pembentukan Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang, dan Peraturan Gubernur Nomor 71 Tahun 2017 tentang Pembentukan, Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi, serta Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas pada DP3APPKB Provinsi Sultra.

Sementara, Kepala Bidang Data Dinas P3APPKB Sultra Murdiana menjelaskan, daerah yang melaporkan kasus kekerasan perempuan dan anak di Sultra selama Januari-Juni 2021 terbanyak di Kota Baubau sebanyak 17 kasus, diikuti Kolaka 16, Kota Kendari 15, Konawe 14, Buton 10, Buton Selatan (Busel) dan Konawe Selatan (Konsel) masing-masing 9, Bombana 7, Kolaka Utara (Kolut) 6, Muna Barat (Mubar) dan Wakatobi 4, Konawe Utara (Konut) 3, Buton Tengah (Buteng)2, dan Muna 1 kasus.

Sementara, tambahnya, 3 daerah lainnya yakni Kabupaten Buton Utara (Butur), Kolaka Timur (Koltim), dan Konawe Kepulauan (Konkep) nol kasus.

“Asusila merupakan bentuk tindak kekerasan yang dominan dialami perempuan dan anak, disusul kekerasan fisik, dan psikis. Tempat kejadian paling banyak di rumah tangga sebanyak 59 kasus, di tempat lainnya 39, fasilitas umum 12, tempat kerja 4, dan di sekolah 3 kasus,” jelasnya. (**)

Sumber : BKK
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment