Sulkarnain: Data Satgas, 90 Persen Warga yang Terpapar COVID-19 Belum Vaksin

0 Komentar

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir. (Foto: Febi Purnasari/IKS)

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Warga Kota Kendari yang terpapar COVID-19 terus bertambah. Hingga kemarin (28/07), jumlahnya mencapai 1.116 orang atau terjadi penambahan sekira 44 kasus dari yang sebelumnya hanya 1.072 orang saja.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menilai, tingginya penularan disebabkan masih rendahnya partisipasi warga dalam program vaksinasi. Padahal, pemberian vaksin penting untuk melindungi masyarakat dari penularan wabah yang menyerang sistem penapasan itu.

Sulkarnain mengaku, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kendari, sebanyak 90 persen atau 1.004 dari 1.116 pasien yang terpapar virus corona itu belum divaksin.

Padahal, lanjut dia, vaksin sangat berguna untuk meminimalisir resiko penularan COVID-19. Jika pun terpapar setelah divaksin, maka gejala yang dialami atau dirasakan cenderung lebih ringan dan mudah diobati.

“Virus ini tidak memilih. Siapa saja bisa tertulai,semuanya bisa dikena mau pejabat, warga sipil siapapun dia. Oleh karena itu saya minta semuanya untuk divaksin. Segera daftar. Kalau sudah sudah vaksin gejalannya mudah diatasi. Bisa lebih cepat sembuh,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Sebagai bentuk perlindungan kepada warga, pihaknya kini tengah menggelar vaksinasi secara massal diseluruh fasiltas kesehatan (Faskes) pemerintah mulai dari Dinkes Kendari maupun diseluruh puskesmas yang ada di Kendari. Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk segera berpartisipasi mensukseskan program terasebut agar bisa terhindar dari penularan dan membantu pemerintah dalam upaya percepatan Herd Immunity (kekebalan kelompok) sehingga bisa terbebas dari pandemi saat ini.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari, drg.Rahminingrum mengatakan, salah satu penyebab tingginya angka penularan saat ini disebabkan masih rendahnya animo masyarakat untuk menerima vaksin. Hal tersebut berdampak pada kondisi tubuhnya yang tidak kuat menghadapi mutasi virus corona yang sangat cepat dan manjadi semakin kuat.

“Kalau sudah divaksin, maka jika virus itu masuk dalam tubuh, tubuh kita sudah bisa merespon dan memberikan perlindungan. Jikapun kita terpapar tidak sampai menimbulkan gejala berat. Bahkan vaksin bisa mengurangi resiko kematian,” kata Rahminingrum.

Ia pun mengimbau warga metro untuk berpartisipasi dalam vaksinasi massal ini. Caranya mudah, warga terlebih dahulu wajib mendaftarkan diri melalui laman www.ayovaksindinkeskdi.id.

“Setelah daftara online dan mendapatan jadwal vaksin, warga bisa langsung datang dengan membawa identitas diri berupa KTP-El atau keterangan lainnya yang menunjukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan). Untuk pelaku perjalanan juga menjadi prioritas utama. Warga cukup menunjukkan dokumen bukti perjalanan, hasil tes PCR, tiket, dan surat tugas,” kata Rahminingrum. (**)

Sumber : KN/IKS
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment