Pangkas Gaji hingga PHK Bayangi Nasib Pekerja Hotel dan Restoran di Sultra

0 Komentar

Ilustrasi Perhotelan/ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH/HP.

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Pengusaha hotel dan restoran di Sulawesi Tenggara (Sultra) berpotensi memangkas gaji dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan di era pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Jika penerapan PPKM level empat diperpanjang hingga akhir Agustus 2021 maka PHRI akan melakukan pemangkasan gaji dan karyawan. Sebab, biaya operasional yang tidak mencukupi untuk membayar gaji karyawan,” ujar Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sultra Eko Dwisasono, Senin (26/7).

Dikatakan, sektor industri jasa perhotelan dan restoran di Sultra kian terpuruk setelah adanya PPKM.

“Geliat industri perhotelan dan restoran kembali merasakan keterpurukan akibat adanya kebijakan PPKM. Dampaknya sangat besar sekali,” keluh Eko.

Dia berharap, agar kebijakan PPKM dihapus agar kegiatan industri perhotelan dan restoran kembali normal.

“Pada dasarnya semua hotel beroperasi, namun omzet sangat terpuruk. Tingkat hunian hotel berbintang dan nonbintang tidak sampai 10%,” katanya.

Eko membeberkan, 30 hotel bintang dan 100 hotel nonbintang mengalami keterpurukan selama pandemi COVID-19. Dan, kembali diperparah dengan dengan kebijakan PPKM.

“Kemerosotan hunian hotel sudah dipastikan penyebabnya kebijakan PPKM,” pungkasnya. (**)

Sumber : BKK
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment