Penyaluran KUR Semester I 2021 di Sultra Capai Rp 1,545 Triliun

0 Komentar

Kepala Kanwil DJPb Sultra, Arif Wibawa. (Foto: Ist)

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Kantor Wilayah Direktoral Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, total penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada semester I 2021 telah mencapai Rp1,545 triliun. Uang tersebut terkucurkan kepada 38.659 orang debitur.

Kepala Kanwil DJPb Sultra, Arif Wibawa mengatakan, realisasi penyaluran KUR didominasi segmentasi jenis usaha secara umum yakni sektor perdagangan besar dan eceran, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan dengan persentase 73,02% dari total realisasi KUR.

“Jadi, sektor industri pengolahan perlu didorong lagi pertumbuhannya, terutama pengolahan yang terkait dengan hasil pertanian atau kehutanan agar nilai komoditas sektor tersebut naik. Sehingga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Kamis (22/7).

Arif menuturkan, pihaknya mempunyai tugas monitoring kredit program dan pinjaman, salah satunya secara berkala memonitoring dan mengevaluasi KUR untuk mengetahui kinerja penyalurannya dan sejauh mana realisasi dari kebijakan pemerintah atas program KUR tersebut.

Dibeberkan, debitur merasa terbantu dengan program KUR, utamanya terkait suku bunga yang rendah sebesar 6%, bahkan berkurang menjadi 3%.

Kendati demikian, sambung Arif, ada sejumlah catatan yang harus diperhatikan. Di antaranya, masih ditemukan beberapa responden yang mengeluhkan pencairan KUR tidak sama dengan nilai akadnya dikarenakan adanya potongan administrasi pinjaman.

Menurut dia, dalam rangka perluasan cakupan akses KUR kepada UMKM, perlu ditegaskan dengan ketentuan bagi bank penyalur untuk menjadikan database calon debitur KUR potensial yang direkam pemerintah daerah melalui aplikasi SIKP sebagai rujukan awal penyaluran KUR.

Mengingat, pentingnya peranan UMKM dalam perekonomian Indonesia, pemerintah melalui program pemulihan ekonomi nasional mengalokasikan APBN pada 2021 senilai Rp48,8 triliun sebagai dukungan terhadap UMKM.

“Program KUR tersebut dinilai menjadi salah satu solusi dari pemerintah, terutama di masa pandemi atas permasalahan permodalan para pelaku UMKM, agar mereka tidak terjebak dengan pembiayaan informal khususnya yang memberikan pinjaman dengan suku bunga tinggi meskipun persyaratannya mudah,” tutupnya. (**)

Sumber : BKK
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment