Idul Adha 1442 Hijriah, Kanwil Kemenag se Sultra Kurban 294 Ekor Sapi dan 54 Ekor Kambing

0 Komentar

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Momentum Hari Raya Idul Adha atau juga dikenal dengan Hari Raya Kurban, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) juga melakukan pemotongan hewan kurban.

Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Fesal Musaad, mengatakan Idul Adha 1442 Hijriah/2021 Masehi ini, Kanwil Kemenag se Sultra berkurban 294 ekor sapi dan 54 ekor kambing.

“Itu dananya sumbangan sukarela dari ASN Kemenag se Sultra yang peduli terhadap sesama. Jadi disitu ada dari Kemenag di 17 kabupaten/kota, kemudian dari Kanwil, dari madrasah, pondok pesantren juga,”kata Fesal, saat ditemui di Rumah Jabatan Kemenag Sultra, Rabu (21/07/2021).

Lanjut Fesal, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mentri Agama nomor 15 tahun 2021, maka penyembelihan hewan kurban tersebut dilakukan selama tiga hari mulai tanggal 11 sampai 13 dzulhijjah agar tidak menyebabkan kerumunan warga.

“Hari ini juga Kanwil Kemenag lagi pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Kendari dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19,”ujarnya.

Nantinya, Fesal menyebut, daging kurban hasil pemotongan tersebut bakal dibagikan langsung kepada warga yang membutuhkan dan telah didata agar pada moment ini semua warga bisa merasakan.

“Jadi tetap berpedoman pada SE Mentri Agama, daging kurban ini diantarkan oleh panitia kepada fakir miskin, janda-janda, serta kaum dhuafa lainnya. Mereka ini sudah didata oleh RT setempat,”tambahnya.

Ia berharap, meski pandemi COVID-19, kepedulian masyarakat khususnya ASN Kanwil Kemenag Sultra tetap tumbuh untuk terus berbagi kepada sesama.

“Di moment idul adha ini, apalagi dalam situasi pandemi, kita harus tetap berbagi apalagi kepada mereka yang sangat terdampak. Kan bagi umat Muslim juga moment berkurban ini adalah bentuk penyucian harta,”ucapnya.

Tak lupa, ia juga meminta kepada masyarakat untuk membantu pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19 dengan tetap meningkatkan protokol kesehatan dengan memperhatikan 5 M yakni Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi. (**)

Penulis : Febi Purnasari
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment