Pemkab Konawe Terapkan Pengetatan PPKM Mikro di 5 Kecamatan

0 Komentar

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara saat memimpin rapat kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

KONAWE, INIKATASULTRA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe resmi mengeluarkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro pada lima kecamatan mulai Senin (12/7/2021) hari ini.

Kelima kecamatan itu yakni Kecamatan Konawe, Unaaha, Wawotobi, Meluhu, dan Kecamatan Morosi.

Kebijakan tersebut dikeluarkan karena terdapat sejumlah pasien COVID-19 yang tengah melakukan karantina mandiri.

Di Kecamatan Unaaha terdapat 24 orang yang tengah melakukan karantina. Di Meluhu 17 orang, kemudian Konawe 15, Wawotobi 19 dan Morosi 17 orang.

Keputusan tersebut dikeluarkan setelah Pemda Konawe bersama unsur TNI Polri, Kejari, pihak rumah sakit, pengusaha, kemudian tokoh agama, toko masyarakat menggelar rapat bersama di ruang kerja Wakil Bupati Konawe, Jumat (9/7/2021).

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara yang mewakili Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa dalam memimpin rapat tersebut menyampaikan, kebijakan PPKM akan membatasi aktivitas masyarakat pada jam malam, yakni hanya sampai pukul 20.00 Wita. Aktivitas yang dimaksud adalah aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Meski demikian, kegiatan ekonomi tetap diperbolehkan pada jam-jam malam dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Kegiatan ekonomi yang dimaksud adalah aktivitas di warung makan, warung kopi, tempat-tempat perbelanjaan serta aktivitas industri smelter.

Selanjutnya untuk resepsi pernikahan khususnya di Kabupaten Konawe selama masa PPKM hanya diperbolehkan dilakukan pada siang hari. Malam sudah tidak bolehkan.

Mantan Ketua DPRD Konawe ini menuturkan, untuk aktivitas pasar masyarakat, tetap jalan dengan prokes dan pengawasan langsung dari tim gugus tugas. Nanti akan ada sosialisasi dan bagi-bagi masker. Aktivitas di masjid juga tetap bisa dilakukan dengan Prokes.

 

 

“Untuk pembatasan lebih lanjut nanti kita masih akan menunggu keputusan dari gugus tugas,” jelasnya.

Gusli menambahkan untuk salat Hari Raya Idul Adha, ia mengaku masih akan melakukan pembahasan pada H-3 lebaran. Pembahasan itu akan memutuskan apakah salat Id bisa dilaksanakan di masjid atau cukup di rumah masing-masing.

“Kebijakan PPKM mikro akan kita terus pantau kondisinya, guna menentukan apakah nanti waktunya akan diperpanjang atau tidak,” pungkas orang nomor dua di Konawe ini. (**)

Sumber : RS/IKS
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment