Istri Kerasukan Belanja Online, Suami Kelimpungan

0 Komentar

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: JUJUK SUWANDONO)

INIKATASULTRA.com – Hidup di zaman serba mudah seperti sekarang ini, membuat orang lapar mata. Ada saja yang ingin dibeli. Ingin sesuatu, kita tinggal klik aja. Yang penting ada duitnya.

Perempuan tukang belanja, rasanya banyak benarnya. Seperti yang dialami Donwori, 31. Istrinya, Karin, 40, sedang kalap. Kalap pada belanja online.

Kekalapan itu membuat suaminya puyeng. Bagaimana tidak, uang belanja yang seharusnya dipakai untuk kebutuhan sekunder dan primer, malah Karin alihkan untuk membeli barang yang tak penting.

Gengsi menjadi alasan Karin melalukan hal tersebut. Terlebih, Karin selalu termakan omongan tetangga. Ia gak mau kalah. Kalau tetangga pamer belanja online di aplikasi A, Karin akan menandinginya. Ikut-ikutan belanja, bahkan beli yang lebih banyak atau mahal.

“Yaopo gak mumet. Hasil kerjo isuk, awan, bengi entek,” sambat Donwori, 31.

Memang usia Donwori jauh di bawah Karin. Akan tetapi seharusnya hal tersebut tidak membuat Karin bertindak semena-mena terhadap suaminya yang menjadi kepala rumah tangga. Meskipun Donwori bekerja sebagai driver online, ia masih bertanggungjawab dengan rumah tangganya meskipun belum dikaruniai anak.

Akibat hal tersebut Karin dan Donwori sering terlibat cekcok. Setiap kali pulang ke rumah, Karin selalu minta uang. Bukan untuk kebutuhan penting, namun uang itu dibuat belanja barang kurang penting.

Tak henti-hentinya Donwori menasihati Karin untuk tidak melulu belanja di situs online. Hingga mulut Donwori berbusa, Karin tak pernah mau mengerti dan tetap saja belanja.

“Kalau nuruti tetangga ya gitu jadinya, saya heran sama Karin,” ungkapnya.

Permasalahan demi permasalahan pun muncul pada rumah tangga ini. Puncaknya, ketika Karin diajak pindah rumah agar bisa hidup mandiri. Akan tetapi, Karin menolak. Alasannya dia tidak ingin meninggalkan kedua orang tuanya. Merasa tidak dihormati sebagai suami, Donwori pun memilih menceraikan Karin.

“Angel tuturane, wes nggak sanggup aku. Mending cerai ae, pegel,” pungkas Donwori di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya beberapa hari lalu. (**)

Sumber : Radar Surabaya
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment