Tarif PPN Bakal Jadi 12 Persen, Pengamat: Bisa Picu Penurunan Daya Beli

0 Komentar

Pengamat Ekonomi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Dr Syamsir Nur.

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Pemerintah tengah menggodok tarif kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10% menjadi 12%. Wacana tersebut banyak menuai polemik, apalagi saat pandemi Covid-19.

Pengamat Ekonomi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Dr Syamsir Nur menuturkan, kenaikan tarif PPN menjadi 12% dinilai tidak tepat. Menurut dia, hal ini menyebabkan berkurangnya daya beli masyarakat.

Syamsir menuturkan, perekonomian di Sultra akan berpengaruh, terutama pada sektor konsumsi masyarakat yang diakibatkan aktivitas ekonomi sederhana. Pemerintah tidak harus melakukan kenaikan pajak, ketika pemerintah menaikkan pendapatan negara dan daerah melalui pajak di situasi Pandemik Covid-19, akan menurun di sektor konsumsi masyarakat.

“Jadi dampaknya akan menggangu sektor konsumsi masyarakat walaupun kita tahu pemerintah, katakanlah kemampuan fiskal yang rendah, seharusnya pemerintah tidak melakukan kebijakan di situasi pandemik,” ujarnya, Kamis (10/6).

Syamsir berharap pemerintah melakukan pemungutan pajak terhadap pelaku usaha menengah atau kelas kakap di Sultra melalui industri pertambangan yang melakukan ekspor barang yang cukup besar.

“Pasalnya industri pertambangan diberikan kebebasan pajak untuk ekspor barang dan melakukan pengolahan sumber daya alam di beberapa daerah, sehingga kebijakan itu harus ditinjau kembali oleh pemerintah,” tutupnya. (**)

Sumber : BKK
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment