Sekab Selesaikan Masalah Dugaan Malapaktek di RSUD Konawe

0 Komentar

UNAAHA, INIKATASULTRA.com – Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe, Ferdinan Sapan turun tangan menangani persoalan kasus dugaan malapraktik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

Belum lama soal pengobatan pasien menggunakan garam yang dicampur Aqua kepada pasien BPJS, kini disusul dengan  kasus atas hilangnya tulang lunak penyekat lubang hidung bayi berusia 23 hari.

Ferdinan Sapan mengatakan, saat ini langkah yang ditempuh Pemkab Konawe dengan melihat akar permasalahannya. Apakah kendalanya di tingkat sumber daya manusia (SDM) atau dari segi fasilitas pendukung medis yang belum memadai.

Sebagaimana penjelasan perawat setempat, lanjut Ferdinan, pasien MZA memang dalam kondisi kritis. Sementara fisik pasien masih sangat lemah untuk dipasangkan peralatan medik seperti selang oksigen yang usia pasiennya masih belum genap 2 bulan.

“Sejak pasien itu masuk memang kondisinya dalam kondisi kritis. Kemudian perawat bersama dokter setempat  melakukan penanganan awal, namun tidak dapat memulihkan pasien balita itu seratus persen. Sehingga tindakan medis memasangkan alat bantu pernafasan, ” katanya.

Sebagai pengambil kebijakan, kata dia, yang akan menyelesiakan permasalahan dan mencarikan solusi terbaik. Sebab, hal ini akan berdampak pada kepercayaan publik tentang  pelayanan kesehatan di RSUD Konawe.

“Kami (Pemkab) belum bisa memutuskan kebijakan  apa yang harus diambil. Karena masih butuh waktu untuk kita evaluasi dan mengumpulkan fakta-faktanya sebelum mengeluarkan kesimpulan. Intinya kita dibantu oleh komite etik di RSUD untuk menyelesikan masalah ini. Dan ini harus tuntas karena menyangkut keberlanjutan dari pelayanan di RSUD setempat, ” paparnya.

Mengenai human eror, jelas dia, tidak menutup kemungkinan terjadi hal demikian. Sebab, dokter dan perawat juga merupakan manusia yang mungkin dalam situasi tertentu salah mengambil keputusan.

“Jangankan para medis, pilot saja di dalam pesawat yang nyatanya sudah didukung dengan peralatan canggih komputer itu terkadang salah mengambil keputusan. Mungkin kondisi kesehatan yang bersangkutan juga dalam kondisi tidak fit sehingga lalai dalam menjalankan tugas profesinya,” paparnya.(BKK)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment