Polda Resmi Tetapkan Tersangka Mantan Kacab Bank Sultra

0 Komentar

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan satu  tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana kas Bank Sultra Cabang Konawe Kepulauan (Konkep).

Tersangka, inisial IJP, diduga menyelewengkan dana kas sebesar Rp9,5 miliar selama menjabat sebagai Kepala Cabang Pembantu Bank Sultra di daerah pemekaran tersebut sejak 2018-2020.

“Hasil gelar perkara hari ini (kemarin, red), IJP sudah disetujui statusnya sebagai tersangka. Dan Senin (14/6) akan dilayangkan panggilan tersangka,” terang Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat (Kasubbidpenmas) Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, melalui media perpesanan, Kamis (10/6).

Ia membeberkan, jika tersangka 2 kali mangkir dari panggilan tersebut, yang bersangkutan akan masuk dalam daftar pencarian orang.

Disebutkan, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, yang bersangkutan pernah mangkir satu kali saat dipanggil sebagai saksi.

“Tersangka ini belum diketahui keberadaannya, hilang kontak,” ujar Dolfi.

Dalam kasus ini, penyidik memeriksa setidaknya 21 orang saksi, di antaranya Wakil Bupati Konkep Andi Muhammad Lutfi, 7 kepala desa, 9 satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dan 4 karyawan Bank Sultra Cabang Konkep.

Selama proses penyidikan, Polda memanggil 5 saksi tambahan yakni 2 perusahaan yang berada di Jakarta, 2 pejabat Bank Sultra pusat Kendari, serta seorang saksi dari Bank Sultra Cabang Konkep.

Dugaan penyelewengan anggaran kas operasional di Bank Sultra Cabang Konkep dilaporkan mencapai Rp9,5 miliar, terjadi sejak 2018 hingga 2020. Penyelidikan kasus oleh Ditreskrimsus Polda Sultra dimulai Maret 2021.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Ferry Walintukan menuturkan, modus kasus tersebut menggunakan slip setoran palsu, dananya mengalir ke pihak ketiga, yakni perusahaan investasi, istri pejabat (Bank Sultra), dan kepala desa (kades).

“Kerugian masih sesuai laporan yakni Rp9,6 miliar,” ungkap Ferry.

Pihak Bank Sultra mengeluarkan rilis soal penyelewengan dana kas operasional tersebut setelah kasus ini mencuat.

Dalam rilis yang diterima wartawan koran ini, pengungkapan kasus ini dilakukan setelah Abdul Latif didefinitifkan menjadi direktur utama (dirut) di bank milik pemerintah daerah tersebut, Jumat (26/3).

Dugaan tindak pidana fraud diduga dilakukan Kepala Cabang Pembantu Bank Sultra di salah satu kabupaten pemekaran berinisial IJP.

Pihak Direksi Bank Sultra kemudian melakukan tindakan penggantian pimpinan kantor, dan menarik IJP di kantor pusat untuk investigasi mendalam.(BKK)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment