Data Warga Dijual Lewat Layanan Online Administrasi Kependudukan

0 Komentar

INIKATASULTRA.com – Data warga dijual lewat layanan daring pemohon dokumen administrasi kependudukan (adminduk). Sebagai langkah antisipasi, layanan daring tersebut untuk sementara ditutup.


Salah satu yang menutup layanan daring pemohon dokumen administrasi kependudukan (adminduk) adalah Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Layanan tersebut dihentikan menyusul ada dugaan penjualan data penduduk.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi, Hudaya mengatakan pihaknya telah melaporkan persoalan ini kepada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Polres Metro Bekasi.

“Sudah kita laporkan. Saat ini sudah ada tim teknologi informasi Kemendagri yang turun langsung menangani,” katanya dalam keterangannya, Kamis (10/6).

Diterangkannya, pihaknya menghentikan layanan daring seluruh permohonan dokumen kependudukan. Sebagai gantinya saat ini hanya melayani pemohon melalui aplikasi “WhatsApp”.

“Untuk sementara semua layanan online Dukcapil off. Saya rasa ini bukan hanya di Kabupaten Bekasi melainkan di seluruh Indonesia. Semua dialihkan melalui layanan Whatstapp,” katanya.

Disdukcapil Kabupaten Bekasi masih menunggu instruksi Kemendagri untuk membuka kembali layanan daring, sambil menunggu evaluasi dari tim teknologi informasi (TI).

“Menunggu arahan dari Pak Dirjen, karena ini seluruh Indonesia off,” katanya.

Sebelumnya media massa menginformasikan ada jutaan data penduduk di sejumlah daerah di Indonesia dilaporkan dijual di situs web forum hacker. Menurut laporan lembaga studi CISSReC, setidaknya data yang dijual ini mencakup 8.797.669 data penduduk.

Dengan rincian penduduk Kabupaten Malang sebanyak 3.165.815, disusul Kabupaten Bekasi sebanyak 2.339.060 data, Kabupaten Subang 1.989.263, dan Kota Bogor 1.303.531 data.(fin)Data Warga Dijual Lewat Layanan Online Administrasi Kependudukan

INIKATASULTRA.com – Data warga dijual lewat layanan daring pemohon dokumen administrasi kependudukan (adminduk). Sebagai langkah antisipasi, layanan daring tersebut untuk sementara ditutup.

Salah satu yang menutup layanan daring pemohon dokumen administrasi kependudukan (adminduk) adalah Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Layanan tersebut dihentikan menyusul ada dugaan penjualan data penduduk.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bekasi, Hudaya mengatakan pihaknya telah melaporkan persoalan ini kepada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Polres Metro Bekasi.

“Sudah kita laporkan. Saat ini sudah ada tim teknologi informasi Kemendagri yang turun langsung menangani,” katanya dalam keterangannya, Kamis (10/6).

Diterangkannya, pihaknya menghentikan layanan daring seluruh permohonan dokumen kependudukan. Sebagai gantinya saat ini hanya melayani pemohon melalui aplikasi “WhatsApp”.

“Untuk sementara semua layanan online Dukcapil off. Saya rasa ini bukan hanya di Kabupaten Bekasi melainkan di seluruh Indonesia. Semua dialihkan melalui layanan Whatstapp,” katanya.

Disdukcapil Kabupaten Bekasi masih menunggu instruksi Kemendagri untuk membuka kembali layanan daring, sambil menunggu evaluasi dari tim teknologi informasi (TI).

“Menunggu arahan dari Pak Dirjen, karena ini seluruh Indonesia off,” katanya.

Sebelumnya media massa menginformasikan ada jutaan data penduduk di sejumlah daerah di Indonesia dilaporkan dijual di situs web forum hacker. Menurut laporan lembaga studi CISSReC, setidaknya data yang dijual ini mencakup 8.797.669 data penduduk.

Dengan rincian penduduk Kabupaten Malang sebanyak 3.165.815, disusul Kabupaten Bekasi sebanyak 2.339.060 data, Kabupaten Subang 1.989.263, dan Kota Bogor 1.303.531 data.(fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment