Tawuran Pelajar SMP Berhasil Dimediasi Oleh Polsek Abeli

0 Komentar

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Tawuran sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sempat Viral di Jalan Poros Abeli, Kelurahan Lapuli, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini telah di mediasi oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Abeli.

Mediasi tersebut dilaksanakan di Mako Polsek Abeli, serta dihadiri oleh Kepala Sekolah, Guru, Murid dan Orang tua/Wali para pelajar, pada (10/06/2021) sekitar pukul 10.40 Wita.

Kapolsek Abeli, Iptu Ady Kesuma mengatakan, tawuran antar pelajar tersebut dilatarbelakangi kasus dendam lama yang terjadi di Jembatan Teluk Kendari (JTK) pada awal bulan Mei 2021 dibulan Ramadhan antara siswa SMPN 14 Kendari dengan siswa SMPN 18 Kendari.

“Guna mengantisipasi terjadinya aksi tawuran susulan, pihak Kepolisian melakukan pengamanan di sekitar SMP Negeri 14 Kendari serta melakukan mediasi guna mendamaikan kedua belah pihak,” ujarnya pada (10/06/2021).

Dalam pertemuan mediasi tersebut Ady Kesuma meminta kepada para pelajar tersebut agar kejadian tawuran tak terulang dikemudian hari. Selain itu ia juga berpesan kepada orang tua/wali agar terus melakukan pengawasan terhadap anaknya.

“Perlunya pengawasan kepada anak-anak sehingga diperlukan peran orangtua dan keluarga dalam mendidik anak dan tidak sepenuhnya diserahkan tanggungjawab kepada Guru di Sekolah,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMPN 18 Kendari, La Ode Roni di pertemuan mediasi tersebut mengucapka, terimakasih kepada Kapolsek Abeli atas gagasan pelaksanaan mediasi tersebut sehingga menghasilkan penyelesaian yang dapat diterima dengan baik oleh semua pihak. Ia juga menekankan kepada seluruh siswa agar kejadian tawuran tersebut tak terulang lagi.

“Namun jika Siswa mengulangi dan melanjutkan tawuran maka pihak Sekolah tidak akan bertanggungjawab dan menyerahkan sepenuhnya untuk diproses hukum dan Siswa yang terlibat Tawuran akan dikeluarkan dari Sekolah,” ucap Roni

Kegiatan Mediasi damai tersebut diakhiri dengan penandatanganan surat pernyataan oleh masing-masing pelajar yang terlibat Tawuran dan disaksikan oleh kepala sekolah dan orang tua/wali siswa. Dalam pernyataan itu mengatakan bahwa kedua belah pihak mengakui kesalahan dan sepakat saling memaafkan satu sama lain.

“Serta kedua belah pihak berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yaitu melakukan tawuran antar sekolah dan Apabila dikemudian hari kedua belah pihak melakukan perbuatan yang sama baik dengan siswa sekolah yang bertikai maupun dengan siswa sekolah lainnya, maka kami siap diproses sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bersedia dikeluarkan dari sekolah,” isi surat pernyataan tersebut.

Reporter: Andri Sutrisno

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment