Pertimbangan Kesehatan di Situasi COVID-19, Alasan Munas Kadin Pindah ke Kota Kendari

0 Komentar

Ketua Umum Kadin Sultra, Anton Timbang

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Pertimbangan kesehatan ditengah pandemi COVID-19 menjadi alasan Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia digelar di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) setelah sebelumnya ditetapkan pelaksanaannya di Bali.

Ketua Umum Kadin Sultra Anton Timbang mengatakan, Kota kendari dipilih atas dasar yang baik dan juga diperintahkan langsung ileh Presiden RI Joko Widodo.

Diceritakannya, agenda Munas Kadin di Bali pada 2-4 Juni 2021 berdekatan dengan musim balik arus mudik selama bulan Mei. Sehingga dikhawatirkan akan memicu lonjakkan COVID-19.

Sehingga kemudian dibuat pilihan lokasi Munas itu di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dan kota Kendari, Sultra. Hal Labuan Bajo tidak siap untuk penyelenggaraan event ini, maka Kota Kendari ditetapkan menjadi lokasi pelaksanaan Munas.

“Makanya itu tadi dasarnya karena persoalan Covid sehingga akhirnya harus pindak ke Sulawesi Tenggara. Kami sendiri tidak punya peran, tidak punya kewenangan atau tidak punya kemampuan untuk merubah pola pikirnya Presiden supaya dia pindahkan ke Sultra. Itu semata-mata persolan Covid, karena Bali dan Jakarta sudah diindikasi ada varian Covid baru dari India yang sudah masuk,” ujar Anton, dalam keterangan tertulis, Rabu (2/6/2021).

Dikatakannya juga, saat pelantikan dirinya pada 12 Januari 2021, Anton telah menyampaikan bahwa kalau bisa Sultra menjadi tuan rumah Munas Kadin. Anton menegaskan soal lokasi Munas Kadin itu tidak ada kaitannya dengan dukung mendukung salah satu calon.

“Kenapa? karena satu yang paling terpenting gubernur dan kami ingin dengan momen Munas yang dihadiri Presiden, kami ingin launching yang namanya aspal Buton. Itu saja target kita karena ini adalah satu-satunya harta kekayaan bangsa Indonesia yang belum diproduksi massal sementara kebutuhan aspal secara nasional begitu besar, kita harus impor aspal dari Singapura sementara kita punya aspal sendiri. Nah momentum inilah yang kita ingin ambil pada saat Munas, jadi tidak ada tendensi lain persoalan dukung mendukung karena itu sudah jauh hari kami targetkan sebelum ada deklarasi calon,” ucap Anton.

Editor: aroeL

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment