Investasi Bodong 212 Mart, Novel Bamukmin Bilang bBegini, Singkat dan Irit

0 Komentar

INIKATASULTRA.com – Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin membantah PA 212 terkait dengan investasi bodong 212 Mart di Samarinda, Kalimantan Timur.

“Tidak ada kaitannya (PA 212) dengan investasi bodong 212 Mart,” singkat Novel kepada JPNN (Jawa Pos Group), Jumat (7/5/2021).

Hal yang sama juga diutarakan Ketua PA 212, Slamet Maarif. Ia menyatakan, PA 212 sama sekali tak terkait dengan koperasi syariah 212 di seluruh Indonesia.

“Jadi, secara organisasi dan kegiatan tak ada kaitan,” kata Slamet, Kamis (6/5).

Slamet menyebut, koperasi syariah 212 lebih dulu berdiri ketimbang PA 21 dan saat itu diketuai Syafii Antonio.

Dari informasi yang didapatnya, investasi bodong di Samarinda itu juga sudah dibantah koperasi syariah 212 pusat.

“Info dari koperasi syariah 212 Mart tidak ada info dan koordinasi dengan pusat. Itu urusan Samarinda,” katanya.

212 Mart di Samarinda, Kalimantan Timur
Polisi tak Tinggal Diam
Untuk diketahui, 212 Mart berawal dari aksi 212 pada Desember 2016 silam dengan anggota kebanyakan orang yang mengikuti aksi berjilid-jilid itu.

Sebagai informasi, ratusan orang di Samarinda, Kalimantan Timur diduga menjadi korban penipuan investasi bodong 212 Mart dengan kerugian ditaksi Rp2 miliar.

“Tentunya kepolisian tetap akan mendengarkan apa yang menjadi keluhan dari masyarakat. Kalau ada laporan tentunya polisi akan merespons dengan melalui suatu penyelidikan,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Rabu (5/5).

Argo memastikan, kepolisian di Samarinda akan menangani kasus itu dengan profesional.

“Apakah nanti itu ada suatu pidana atau tidak, yang terpenting bahwa polisi akan merespons dan mempelajari daripada yang ada di lapangan,” tuturnya.

Diketahui, kasus dugaan investasi bodong ini sudah dilaporkan ke Polresta Samarinda dan tengah dipelajari penyidik.

Pelaporan ini dilakukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lentera Borneo yang mewakili ratusan korban investasi bodong.(Pojoksatu)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment