Curi Kabel Telkomsel di Kolaka, Dua Warga Sulsel Ditangkap Polisi di Kendari

0 Komentar

Tim Elang Anti Bandit Polres Kolaka dan Buser 77 Polres Kendari menangkap dua pencuri kabel penangkal petir Telkomsel berinisial ER dan AA (tengah) (Foto: Istimewa)

KOLAKA, INIKATASULTRA.com – Dua warga Sulawesi Selatan (Sulsel) diamankan Tim Elang Anti Bandit Polres Kolaka bersama Buser 77 Polres Kendari. Pelaku berinisial ER (33) dan AA (25). Keduanya ditangkap polisi lantaran terlibat kasus dugaan tindak pidana pencurian kabel penangkal petir milik Telkomsel.

“Para pelaku ditangkap di Kota Kendari, Selasa 4 Mei 2021 sekitar pukul 13.00 wita. Mereka (pelaku) mencuri kabel penangkal listrik milik Telkomsel di Kabupaten Kolaka,” kata Paur Subbag Humas Polres Kolaka, Bripka Riswandi saat di konfirmasi oleh Kendari Pos jaringan berita IniKataSultra.com, Kamis, (6/5/2021).

Kronologisnya, lanjut dia, awalnya seorang petugas memanjat tiang tower Telkomsel yang ada di Kabupaten Kolaka, untuk melakukan pemeriksaan. Di sana, petugas Telkomsel menemukan kabel grounding atau kabel penangkal petir sudah tidak ada di tempatnya. Dalam hal ini, alat tersebut hilang dicuri oleh kedua pelaku. Kejadiannya Minggu 2 Mei 2021.

“Atas kejadian tersebut perusahaan Telkomsel mengalami kerugian sampai Rp 11 juta. Dari situ, perwakilan Telkomsel melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kolaka dengan nomor: LP/114/V/2021/Sultra/Res Kolaka, tanggal 2 Mei 2021 terkait dugaan tindak pidana pencurian kabel penangkal petir,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan itu, Polres Kolaka melalui Tim Elang Anti Bandit yang dipimpin oleh Aiptu Abdul Razak melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, akhirnya pada 4 Mei 2021 sekira pukul 13.00 wita. Pihak kepolisian berhasil mengamankan kedua pelaku sindikat pencurian kabel penangkal petir. Para pelaku ditangkap di Kota Kendari.

“Dari hasil Interogasi ternyata alamat kedua pelaku di Kelurahan Bonto Parang Kecamatan Paralloe Kabupaten Gowa. Kedua pelaku mengakui bahwa telah mencuri kabel penangkal petir milik Telkomsel,” ujarnya.
Kabel hasil curian pelaku dijual pada seorang berinisial AD. Tim langsung melakukan pengembangan terhadap AD. Lalu, dari hasil Interogasi, AD mengakui bahwa telah melakukan pembelian kabel penangkal listrik tersebut.

“Kabel penangkal listrik yang dicuri seberat 22,2 Kg, kemudian dijual oleh pelaku kepada AD dengan harga Rp 1.965.600. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih mendalam tentang masalah ini,” jelasnya. (ndi/KP)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment