Dugaan Penyerobotan Lahan, Warga Minta Gubernur Hentikan Aktivitas PT REI

0 Komentar

Aksi demonstrasi LKPD Sultra terkait dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan oleh PT REI beberapa waktu lalu. (Foto: AroeL/IKS)

BOMBANA, INIKATASULTRA.com – Warga pemilik lahan di Desa Lengora, Kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana meminta Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk segera menghentikan aktivitas PT Rohul Energi Indonesia (PT REI)

Pasalnya, sampai saat ini para pemilik lahan belum mendapatkan kejelasan mengenai lahan mereka yang diduga telah di serobot perusahan tambang tersebut.

Asrul Hasan mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan kepastian mengenai lahan mereka. DPRD Sultra syang diharapkan mampu menyelesaikan persoalan tersebut, justru terkesan tutup mata. Sebab, sampai hari ini aduan warga pemilik lahan belum juga di tindak lanjuti.

“Kenapa hal ini malah di diamkan padahal hasil RDP terakhir DPRD akan membentuk Pansus, tapi pada akhirnya tidak ada juga,” ungkap Asrul seperti dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Kamis (6/5/2021).

Ironisnya lagi kata dia, Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) selaku instansi yang berwenang justru tinggal diam tanpa tindakan apapun.

“Jujur kami bingung melihat sikap ESDM yang terkesan memihak kepada perusahaan. Padahal RDP yang kedua itu mereka hadir dan jelas saat itu perusahan tidak mampu membuktikan bukti telah memiliki lahan kami,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya meminta kepada Gubernur Sultra, untuk segera menghentikan aktifitas PT REI, sebelum ada kesepakatan yang terjalin antara pemilik lahan.

“Kami tidak bermaksud mengganggu proses penyaluran kompensasi yang sementara berjalan itu, walaupun banyak hal yg ganjil dalam pembagiannya. Kami hanya mempertahan hak rumpun keluarga kami dan itu diakui oleh pemerintah setempat waktu itu, buktinya ditandatangani oleh tokoh adat beserta saksi-saksi, Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan semuanya ikut menyaksikan,” tutupnya.

Editor: aroeL

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment