Selama Ramadan, Jumlah Gepeng dan Anjal Melonjak

0 Komentar

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Jumlah gelandangan, pengemis (gepeng), dan anak jalanan (anjal) makin tak terkendali. Mereka dengan leluasa beraktifitas diseluruh pusat kota.

Beberapa pusat perbelanjaan, perkantoran hingga ruas jalan protokol menjadi sasaran empuk para tunawisma itu. Kehadiran mereka mengganggu kenyamanan warga. Terlebih bagi pengendara melintas. Tak jarang ulah mereka menimbulkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kendari, Nurhaya mengakui jumlah anjal dan gepeng terus mengalami peningkatan selama Ramadan. Maraknya anjal dan gepeng disebabkan masih banyaknya masyarakat yang selalu memberikan uang kepada anak jalanan. Apalagi di bulan ramadan ini, banyak masyarakat yang berbagi di jalanan.

“Jika dibandingkan Januari-Maret, peningkatannya signifikan mencapai 100 persen,” kata Nurhaya.

Tiap hari kata dia, pihaknya terus melakukan pemantauan, pengawasan dan penertiban terhadap anjal dan gepeng. Namun jumlahnya terus bertambah.

“Setiap hari kita amankan sekitar 40 orang. Padahal di hari normal (sebelum ramadan) itu sekira 20 orang saja. Mulai dari anak jalanan dan pemulung atau gepeng. Tapi karena kebiasaan kita sering memberi dijalanan akhirnya mereka turun terus kejalan,” ungkap Nurhaya.

Oleh karena itu, Nurhaya meminta masyarakat agar tidak memberikan sesuatu dalam bentuk apapun (uang dan makanan) kepada anjal dan gepeng. Itu penting dilakukan agar para tuna wisma itu berkatifitas ditempat umum.

“Jika ingin berbagi bisa langsung pada lembaga amil zakat pemerintah. Karena kalau anjal dan gepeng sudah tidak punya sumber pendapatan maka akan dengan sendirinya tidak turun kejalan,” tuturnya.

Pada sisi lain, pihaknya bersama Satgas Anjal akan terus melakukan pemantauan, pengawasan, dan penertiban terhadap anjal. Bagi mereka (anjal dan gepeng) yang terjaring razia akan mendapatkan sanksi berupa pembinaan.

“Bagi mereka yang berasal dari luar kota itu akan kita pulangkan kedaerah asalnya,” kata Nurhaya.

Terpisah, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir meminta Dinsos Kendari lebih serius menangani anjal yang semakin marak terlihat di jalanan. Dia tak memungkiri momentum ramadan ini dimanfaatkan beberapa kalangan (anjal dan gepeng) untuk turun kejalan meminta belas kasih warga. Akan tetapi pihaknya berkomitmen untuk meminimalisir dan mencegah berkembangnya para tuna wisma itu.

“Saya sudah instruksikan Dinas Sosial untuk menagani masalah anak jalanan ini. Bahkan kita sudah bentuk satgasnya. Meliputi unsur TNI-Polri, Pamong Praja, Dinsos dan pihak terkait untuk mengatasi permasalahan ini,” kata Sulkarnain.

Kendati demikian, Sulkarnain meminta jajarannya agar tidak gegabah dalam bertindak. Pasalnya menangani anak jalanan bukan hal yang muda diperlukan pendekatan secara persuasif dan manusiawi, sehingga diperlukan keterlibatan lintas sektor lainnya baik pihak kepolisian dan Satpol PP.

“Anak jalanan di Kota Kendari bukan mayoritas masyarakat kita, tetapi pendatang dari luar daerah bahkan dari luar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Sehingga saya titipkan pada Kepala Dinas untuk dikoordinasikan, agar hal-hal yang terus menjadi aspirasi masyarakat bisa semakin baik tertangani,” pungkasnya. (Kendari News)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment