Dugaan Pidana Pemberitahuan Bohong, Ketua DPP KNPI Minta Mabes Polri Proses Lisman Hasibuan

0 Komentar

JAKARTA, INIKATASULTRA.com – Terkait siaran pesan melalui aplikasi Whatsapp Grup (WAG) yang berisi permintaan kepada Prabowo Subianto untuk mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum DPP Partai Gerindra dan mendukung Sufmi Dasco Ahmad untuk menggantikannya.

Isi pesan ini diduga dilakukan oleh Lisman Hasibuan dengan mengatasnamakan Ketua Umum Majelis Penyelamat Organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (MPO KNPI), dan kemudian mendapat respon keras dari Ketua DPP KNPI Bahtra.

“Lisman jangan membuat gerakan yang merugikan orang lain dan mengorbankan nama KNPI untuk kepentingan pribadi,” tegas Bahtra dalam keterangan persnya yang diterima redaksi, Selasa (4/5/2021).

Diketahui kemudian siaran pesan yang diduga disebarkan Lisman Hasibuan tersebut berbuntut dengan dilaporkannya Lisman Hasibuan ke Mabes Polri oleh M. Maulana Bungaran dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), atas dugaan tindak pidana penyebaran berita atau pemberitahuan bohong (hoax) dan/atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap serta pencemaran nama baik dan/atau fitnah terhadap Sufmi Dasco Ahmad.

Terhadap Mabes Polri, Bahtra yang juga menjabat sebagai Ketua OKK DPD Partai Gerindra Sulawesi Tenggara ini, berharap Mabes Polri sesegera mungkin menindaklanjuti laporan tersebut.

Menurut Bahtra, Lisman Hasibuan sengaja mencatut nama Sufmi Dasco Ahmad tanpa terlebih dahulu meminta izin dan mengkonfirmasi ke Ketua Harian Partai Gerindra tersebut.

“Ini merupakan pencemaran nama baik, selain itu ini upaya mengadu domba Pak Prabowo dengan Pak Sufmi Dasco,” imbuhnya.

“Apa yang disampaikan oleh Lisman dalam siaran persnya itu tidak mewakili pemuda, dan Lisman membawa nama KNPI secara tak bertanggung jawab, maka itu saya harap dia harus segera di proses hukum dan mempertanggungjawabkan itu,” pungkas mantan Ketua PB HMI ini. (aroeL)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment