Setahun Lebih Di-Ghosting Harun Masiku, Sang Istri Akhirnya Minta Cerai

0 Komentar

Ilustrasi Harun Masiku (Foto: Jawa Pos)

INIKATASULTRA.com – Sudah lebih 1 tahun Harun Masiku memutus komunikasi total dengan istrinya Hildawati Djamrin yang menetap di Makassar, Sulsel. Istrinya pun akhirnya menceraikan DPO KPK ini.

Buron KPK Harun Masiku resmi diceraikan istrinya Hildawati Djamrin di Pengadilan Negeri (PN) Makassar.

Hildawati menceraikan Harun Masiku karena Hildawati menganggap Harun Masiku sudah setahun tak menafkahinya secara lahir dan bathin.

“Karena Harun Masiku menghilang setelah ditetapkan KPK, jadi Hilda tidak pernah bertemu langsung dengan Harun Masiku,” ungkap kuasa hukum Hildawati, Hari Sakti Zabri, Rabu (17/3/2021) kepada wartawan.

“Karena tidak adanya pertemuan juga, dia tidak dinafkahi lahir dan batin,” katanya lagi.

“Jadi saya beranggapan sesuai dengan Undang-Undang Perkawinan, sudah cukup berasal dilakukan gugatan cerai karena sudah setahun lebih (tidak bertemu) sampai sekarang,” kata dia lagi.

Hari mengatakan PN Makassar telah memutus cerai keduanya pada Selasa (16/3) kemarin. Putusan ini perkuat dengan putusan verstek Nomor 238/Pdt.G/2020/PN Mks.

Berdasarkan penuturan Hilda, Harun Masiku sejak dinyatakan menghilang karena diuber KPK, maka tidak pernah lagi menghubungi Hildawati, seperti bertemu tatap muka hingga bertukar pesan singkat melalui telepon seluler.

“Dia tidak tahu apa-apa, tidak ada informasi,” ujarnya.

Saat ini, Hildawati tinggal bersama ibunya di sebuah kawasan di Makassar, Sulsel.

Dia pun meminta kepada kuasa hukumnya bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan Harun Masiku tidak lagi melibatkan dirinya.

“Karena dia sampaikan sama saya, antara Hilda dan Harun Masiku sudah tidak ada hubungan lagi. Jadi Hilda beranggapan tidak mau diganggu lagi terkait masalah dan informasi keberadaan Harun Masiku,” katanya seperti dilansir detikcom.

KPK menetapkan Harun Masiku sebagai DPO terkait kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dari PDIP.

Seperti diketahui, KPK telah memasukkan tersangka kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR-RI terpilih tahun 2019-2024, Harun Masiku, ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Harun Masiku ditetapkan DPI sejak Januari 2020 lalu.

“Sudah, sudah (ditetapkan DPO),” kata Ketua KPK Firli Bahuri usai acara silaturahmi dengan Dewan Pengawas, Pejabat Struktural dan Awak Media, di Gedung KPK, Senin (20/1/2020) malam.

Namun, Firli tidak menjelaskan lebih lanjut sejak kapan Harun Masiku ditetapkan menjadi DPO.

“Belum lama, saya tidak tahu persis (tanggalnya), tapi sudah, yang pasti sudah,” kata dia. (Pojoksatu)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment