Pilkada 2024, Ali La Opa Inginkan Samahuddin Didampingi Wakil Berpengalaman

0 Komentar

BUTENG, INIKATASULTRA.com – Melihat peluang menang Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahuddin cukup besar bila maju kembali sebagai petahana pada Pilkada 2024 nanti, mantan Wakil Bupati Buton periode 2004-2009 Ali La Opa memastikan akan banyak tokoh politik maupun tokoh masyarakat yang akan merapatkan diri untuk menjadi wakil.

Menurutnya, Samahuddin telah banyak memiliki modal politik, yakni sebagai Ketua DPC PDIP dan memiliki tujuh kursi di DPRD. Sudah lebih dari cukup untuk mengusung calon bupati dan wakil bupati.

Selain itu, Samahuddin juga memiliki modal kinerja yang baik dan terukur dalam membangun Buteng selama menjabat bupati tiga tahun terakhir ini. Hasil capaian itu telah banyak dirasakan dan dinikmati masyarakat Kabupaten Buteng.

“Saya kira masyarakat tidak bodoh dan sudah cerdas melihat capaian pembangunan Kabupaten Buteng saat ini. Banyak perubahan kemajuan di segala bidang, utamanya infrastruktur yang sudah dinikmati masyarakat banyak,” ungkap Ali La Opa saat mendamipingi Bupati Samahuddin meresmikan pasar rakyat di kampungnya, Kelurahan Boneoge, Selasa (2/3/2021).

Politisi PAN ini menilai, sosok Samahuddin yang low profile dengan kesederhanaan dan sangat dekat dengan rakyatnya, sedikit bicara namun banyak kerja merupakan kekuatan yang tidak dimiliki figur lainnya. “Beliau adalah pemimpin sederhana yang low profile, menyatu dengan rakyat, dan sedikit bicara tapi banyak kerja,” puji Ali La Opa.

“Saya kira kepemimpinan Samahuddin masih dibutuhkan masyarakat Kabupaten Buteng hingga periode kedua nanti. Tinggal didampingi orang yang tepat dan berpengalaman sebagai wakil bupati,” tukas Ali.

Apakah orang yang tepat dan layak tersebut adalah seperti sosok dirinya yang sudah pengalaman menjadi wakil bupati? “Nanti kalian tafsirkan sendiri,” timpalnya kepada awak media.

Bagaimana kalau misalnya Samahuddin meminang dirinya sebagai wakil pada Pilkada 2024 nanti? Ali La Opa mengaku belum mau berandai-andai, karena yang namanya politik segala kemungkinan bisa saja terjadi.

“Kalau itu (wakil, red) bisa iya, bisa juga tidak. Karena dalam politik, segala kemungkinan bisa saja terjadi,” tandasnya.(uzi/PublikSatu)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment