Beroperasi di Kawasan Tumpang Tindih, PT AMPA Diduga Kuat Tak Miliki IUJP

0 Komentar

Ilustrasi lahan tambang.

KONUT, INIKATASULTRA.com – Perusahaan kontraktor mining nikel yang beroperasi di Blok Mandiodo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), PT Anugerah Mineral Prima Abadi (PT AMPA) diduga kuat melakukan aktivitas pertambangan tanpa mengantogi dokumen perizinan, seperti Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP).

Ketua Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah Konawe Utara (P3D Konut), Jefri mengatakan PT AMPA melakukan aktifitasnya di wilayah IUP PT Karya Murni Sejati 27 (PT KMS 27), yang termasuk dalam 11 IUP tumpang tindih yang saat ini dihentikan sementara aktivitasnya.

Lanjut Jefri, PT AMPA juga tidak memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT), sebagai dasar Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 Tahun 2017 tentang perizinan di bidang pertambangan mineral dan batu bara.

“Dan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020, tentang perubahan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batu bara, maka dari itu kami akan melaporkan ke Mabes Polri terkait dugaan ilegal mining yang dilakukan perusahaan tersebut,” tegas Jefri, Selasa (2/3/2021).

Jefri menjelaskan wilayah IUP PT KMS 27 yang menjadi tempat PT AMPA beraktivitas sudah pernah di police line oleh Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Mabes Polri.

Sehingga IUP PT AMPA masih berstatus quo atau tumpang tindih dengan PT Antam, sesuai surat ESDM Sultra Nomor 540./4.521 tertanggal 18 Desember 2018, bahwa tidak diperbolehkan ada aktivitas pertambangan di IUP yang tumpang tindih itu.

“Apa lagi, dugaan kuat kami, PT AMPA ini memakai dokumen perusahan lain untuk memuluskan penjualan ore nikel ke pabrik industri,” ungkapnya.

“Dalam undang-undang sangat jelas, semua sudah diatur. Dan PT AMPA sampai hari ini masih menjalankan aktivitas dan itu adalah bentuk perbuatan melawan hukum,” tandasnya. (aroeL/Red)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment