Sejumlah Informasi Hoaks Seputar Covid-19 dan Vaksin Beredar, Kominfo Beri Klarifikasi

0 Komentar

INIKATASULTRA.com – Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo RI mendapat sejumlah informasi hoaks seputar Covid-19 dan vaksin.

Dari 24 hingga 25 Januari, Kominfo mencatat ada empat informasi yang perlu diklarifikasi. Dengan begitu, masyarakat segera mendapatkan informasi yang benar.

Pertama soal bantuan Covid-19 sebesar Rp 900 ribu per bulan dari Januari hingga Mei 2021 untuk pemilik SIM C dan A.

Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika memastikan informasi tersebut hoaks. Pernyataan ini diperkuat oleh Kombes Pol Yusri Yunus selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Kedua, nomor telepon Satgas Covid-19 DKI. Kominfo mendapatkan laporan beredar pesan agar masyarakat menghubungi 119 atau 081-112-112-119 atau 081-388-376-955 jika ada informasi mengenai Covid-19 yang kurang jelas.

Faktanya, nomor yang dicantumkan keliru. Berdasarkan penelusuran melalui laman resmi Jakarta Tanggap Covid-19, nomor hotline yang dicantumkan adalah 112 atau 081-112-112-112 dan 081-388-376-955.

Berikutnya, foto anak korban vaksin Covid-19. Kominfo menyebutkan, beredar di Facebook foto seorang bayi yang disertai narasi yang mengklaim bahwa bayi tersebut merupakan korban vaksinasi Covid-19.

Setelah ditelusuri melalui google search image, klaim tersebut keliru. Faktanya, kata Kominfo, foto tersebut pernah diunggah pada 17 September 2016 dan tidak terkait dengan vaksin Covid-19.

Terakhir, soal adanya sebuah akun Facebook mengunggah informasi yang menyebut bahwa Pemerintah Jepang secara pribadi menyimpulkan bahwa Olimpiade 2021 dibatalkan karena pandemi Covid-19. Terkait ini, Kominfo menyatakan keliru.

Berdasarkan hasil penelurusan cek fakta artikel tersebut, nyatanya Wakil Ketua Kabinet Jepang Manabu Sakai membantah klaim yang menyebut Olimpiade 2021 dibatalkan. Tidak hanya itu, Gubernur Tokyo Yuriko Koike meradang atas informasi klaim menyesarkan tersebut.

“Dia ingin membuat gugatan kepada orang yang menyebarluaskan hoaks ini,” tandas Kominfo.(**)

Sumber : pojoksatu
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment