Tertutup Palang Tripleks, SPBU Waelumu Diam-diam Layani Antrian Jerigen, Polisi Kemana?

0 Komentar

WAKATOBI, INIKATASULTRA.com – Foto penampakan antrian panjang jerigen di SPBU  Desa Waelumu, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara viral di media sosial.

Belum jelas kapan waktu pengambilan gambar. Foto tersebut diunggah oleh pemilik akun bernama Uki pada Jum’at 22 januari 2021. Diduga, akun facebook tersebut adalah anak dari pemilik SPBU, Umar.

Umar merupakan seorang menjabat Pemda Wakatobi. Dia diketahui terakhir menjabat sebagai Kabid Perijinan di Dinas Perijinan setempat.

Dalam postingannya, Uki menyematkan keterangan.

“Jangan permainkan saya kaasi, p*ki,” tulisnya dengan menandai beberapa akun.

Entah apa maksud dan tujuan Uki memposting foto itu. Pasalnya, tak lama waktu berselang, foto tersebut telah dihapus dari berandanya.

Salah seorang aktivis di Wakatobi, Emen mengatakan foto itu menambah deretan bukti adanya dugaan aktifitas mafia BBM di Wakatobi.

“Di mana di Wakatobi ini ada indikasi terjadi penyalahgunaan BBM,” tuturnya.

Emen mengatakan penyalahgunaan BBM yang terjadi di Wakatobi tak bisa terus menerus dibiarkan karena berdampak pada masyarakat banyak.

“Makanya kita duga ada penyelewengan harga yang dipermainkan pihak SPBU ataupun APMS sehingga para pengecer pun selalu aktif berjualan,” tuturnya.

Seperti diketahui, pada September 2020 lalu, Emen Lahuda melayangkan laporan atas adanya dugaan penyalahgunaan BBM di Wakatobi.

Dengan adanya postingan tersebut, Emen mengatakan bukti itu sangat jelas. Dia berharap agar pihak kepolisian bergegas melakukan pemeriksaan.

“Masyarakat pun bisa menikmati BBM subsidi sebagaimana mestinya seperti yang diatur Undang-undang,” pungkasnya.

Sementara itu, aspirator Forum Pergerakan Independent (FPI) Nuriaman mengatakan, pihaknya menduga kejadian ini merupakan bagian dari jaringan mafia BBM yang sejak beberapa tahun terakhir beroperasi di Wakatobi.

Lanjut dia, palang tripleks sengaja dipasang didepan SPBU dengan maksud agar kelakuan licik pihak pengelola tidak diketahui.

“Itu palang tripleks memang sengaja disiapkan guna mengalihkan perhatian masyarakat. Rupanya didalam SPBU ada aktifitas tidak wajar,” ucapnya.

Lebih jauh ditambahkan, aparat kepolisian juga semestinya peka terhadap persoalan ini agar tidak terkesan ada kejahatan mafia BBM yang terstruktur seperti dugaan FPI dalam aspirasinya beberapa waktu lalu di kantor DPRD setempat.

“Kami pun mensinyalir pihak kepolisian ikut bermain mata dalam kejahatan ini,” cetusnya.

Olehnya, ia meminta pihak berwajib segera mengambil langkah tegas guna memberantas praktek ilegal BBM. (Nuriaman)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment