Terimbas Pandemi, BPJAMSOSTEK Tetap Catatkan Kinerja Positif Sepanjang 2020

0 Komentar

Kepala BPJAMSOSTEK Sultra, Muhyiddin Dj. (Foto: Ist)

KENDARI, INIKATASULTRA.com – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang tahun 2020 telah melakukan akuisisi sebanyak 190.425 peserta dan telah membayarkan klaim manfaat sebesar 93,37 miliar kepada 10.211 peserta.

Dalam rilis yang diterima awak media ini, secara rinci, BPJAMSOSTEK Sultra telah melakukan akuisisi terhadap 110.822 peserta penerima upah, 46.133 peserta bukan penerima upah, dan 33.470 peserta Jasa Konstruksi.

Menurut Muhyiddin Dj, Kepala BPJAMSOSTEK Sultra, akuisisi kepesertaan yang telah dicapai pada ahun 2020 lalu dapat terealisasi karena adanya kerjasama formal maupun informal.

Secara formal BPJAMSOSTEK Sultra bekerja sama dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dinas terkait, dan perusahaan yang ada di Sultra.

Sedangkan akuisisi secara informal dilakukan melalui agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) dan melalui Service Payment Office (SPO) kerjasama bank yang ada di wilayah kerja BPJAMSOSTEK Provinsi Sultra.

“Berdasarkan capaian yang kami dapatkan, capaian tersebut hanya mencakup 15 persen dari angka angkatan kerja yang ada di Sulawesi Tenggara yaitu 1,2 juta orang. Berdasarkan hal tersebut maka masih ada 85 persen pekerja di Sulawesi Tenggara yang haknya belum terpenuhi untuk mendapat perlindungan manfaat BPJAMSOSTEK, sehingga mereka menjadi rentan terhadap resiko–resiko sosial. Untuk itu, dalam mencapai coverage 100 persen, sangat dibutuhkan kerjasama dan kesadaran setiap elemen mulai dari Pemerintah, Perusahaan, Dinas terkait dan pekerja/angkatan kerja itu sendiri agar seluruh angkatan kerja di Sultra dapat menjadi peserta BPJAMSOSTEK, ” ungkap dia.

“Dikarenakan fungsi BPJAMSOSTEK dalam pembangunan negara adalah mencegah terjadinya resiko sosial dengan memutus rantai kemiskinan bagi para pekerja dan keluarganya apabila kehilangan penghasilan,” sambung Muhyiddin.

Selain dari segi akuisisi, BPJAMSOSTEK Sultra juga telah membayarkan manfaat Jaminan sebanyak 93,37 Milyar kepada 10.211 peserta dalam rentang waktu Januari–Desember 2020.

Adapun rincian pembayarannya adalah 78,41 Milyar kepada 9.503 peserta untuk Klaim Jaminan Hari Tua. 6,98 Milyar kepada 411 peserta untuk Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja 6,68 Milyar kepada 123 peserta untuk Klaim Jaminan Kematian. Dan 1,30 Milyar untuk 174 peserta untuk Klaim Jaminan Pensiun.

“Pembayaran Jaminan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah resign dari pekerjaan, mengalami PHK, mengalami kecelakaan kerja, meninggal dunia, pensiun dari pekerjaan, mengalami kecacatan, dan banyak lagi,” jelasnya.

Selain itu, di tahun 2020 BPJAMSOSTEK memaksimalkan manfaat santunan dengan menaikkan jumlah nominal santunan tanpa disertai dengan kenaikan iuran. Selain itu hadirnya pelayanan yang inovatif yaitu pelayanan tanpa kontak fisik selama pandemi COVID-19 yang bisa diakses secara online.

“BPJAMSOSTEK selalu berusaha memberikan pelayanan yang maksimal dan mekanisme pelayanan yang inovatif. Mulai dari jumlah nominal santunan yang kami naikkan Jumlahnya, sampai dengan mekanisme pelayanan yang inovatif yaitu pelayanan tanpa kontak fisik selama pandemi COVID-19. Selain itu, walaupun di tahun 2020 terjadi pandemi COVID-19, BPJAMSOSTEK tetap mendapatkan hasil yang optimal dalam strategi investasi dengan dana kelola saat ini mencapai 486,38 triliun. Sehingga hasil pengembangan dana Jaminan Hari Tua Tahun 2020 berada di atas rata-rata bunga deposito Bank Pemerintah, yaitu mencapai 5,63 persen. Semua hal tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pekerja Indonesia,” tutup pria yang disapa Indy ini. (**)

Penulis : Rahmat R.
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment