Dikbud Kolut Bantah Ada Rekomendasi Pencarian Benda Purbakala

0 Komentar

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kolut, Sadaruddin. (Foto: Reno/IKS)

KOLUT, INIKATASULTRA.com – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polisi Resort (Polres) Kolaka Utara (Kolut) telah meminta keterangan dari komunitas alat metal detektor Kolut yang diduga telah melakukan penjarahan dan penggalian benda purbakala di sejumlah gua.

Dan hasil keterangan, komunitas tersebut mengakui telah melakukan penggalian tersebut. Namun dari keterangan para pelaku pula terungkap bahwa perbuatan mereka telah mendapat izin dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kolut, bahkan para pelaku berdalih kalau kegiatan yang dilakukan mendapat izin langsung dari Bupati Kolaka Utara, Nur Rahman Umar.

Menjawab hal itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kolut, Sadaruddin yang dikonfrimasi membantah keterangan dari pelaku. Menurut Sadaruddin pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi atau izin pada komonitas alat metal detektor logam untuk mencari benda purbakala disejumlah gua yang ada di Bumi Patowonua.

“Memang pernah bertemu dengan komonitas mereka disalah satu rumah, tapi bukan dalam hal membicarakan izin,” kata Sadaruddin, Kamis (14/1).

Saat itu kata dia, dirinya diundang salah satu tokoh masyarakat untuk silaturahmi sehari setelah ada laporan pertama di Polres. Namun di rumah tersebut sudah ada beberapa orang yang mengaku dari komonitas alat metal detektor Kolut.

“Mereka (komonitas alat detektor) meminta untuk bekerja sama dengan Pemda. Namun saat itu saya jawab Kabid tidak punya kewenangan silakan komonikasi dengan pimpinan atau otoritas yang lebih tinggi,” jelas Sadaruddin.

Bahkan keterangan dari komonitas ini saat penyidikan, lanjut Sadaruddin, beberapa benda purbakala yang ditemukan telah diserahkan pada Pemda, itu juga tidak benar.

“Kalau di kami tempat diserahkan belum ada diterima,” imbuh Sadaruddin.

Sementara itu Kasat Satreskrim Polres Kolut, Iptu Alamsyah Nugraha mengungkapkan telah permintaan keterangan 7 saksi dari komonitas tersebut.

“Ada keterangan menyebutkan bahwa tempat mereka (komonitas metal detektor Kolut) mencari benda purbakala yakni di kebun warga, dan hasil keterangan dari pemilik kebun ada ijin yang diberikan dari pemilik kebun,” tutur Kasat.

Namun terkait keterangan komonitas yang menyebut Dikbud telah memberikan rekomendasi, telah dikonfimasi dan pihak Dikbud membantahnya.

“Ada keterangan bahwa sudah ada izin dari pihak Dikbud, bahkan keterangan mereka bahwa sudah ada izin langsung dari Bupati, masih akan didalami. Namun kalau diperlukan dan dinilai perlu tidak menutup kemungkinan penyidik akan meminta keterangan bupati,” kata Alamsyah.

Sedangkan keterangan adanya benda purbakala yang ditemukan dan telah diserahkan kepada Dikbud. Menurut Kasat hal itu telah dibantah Dikbud.

“Untuk barang bukti yang diamankan berupa alat detektor logam, serpihan-serpihan besi tua. Untuk yang lain seperti parang adat atau Ta’awu sampai saat ini belum ada,” pungkasnya. (**)

Penulis : Reno
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment