Polda Sultra Siapkan 1.841 Personel Kawal Pengamanan Pilkada Serentak

0 Komentar

ILUSTRASI: Personel Polda Sultra siap amankan Pilkada 2020. (Foto: fin.co.id)

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Polda Sulawesi Sultra menyiapkan sebanyak 1.841 personel untuk mengawal pengamanan di tujuh daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2020. Seribuan personel itu dari Polda Sultra, 300 personel Brimob dan personel dari Polres-polres.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan dalam pengamanan Pilkada, Polda Sultra akan memaksimalkan kekuatan yang ada. Bahkan dimungkinkan jumlah personel PAM Pilkada bakal bertambah sesuai konstelasi politik yang berkembang di arena Pilkada.

“Konsentrasi pengamanan terfokus pada proses kampanye yang dimulai 26 September hingga 5 Desember 2020. Personel yang disebar sudah diminta oleh Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya agar optimal menjaga suasana tetap kondusif. Mulai dari awal pelaksanaan kampanye, hingga hari pemungutan suara 9 Desember 2020,” ujar Kombes Ferry Walintukan, Minggu (22/11) kemarin.

Tujuh daerah di Sultra yang menyelenggarakan pilkada serentak yakni Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Buton Utara, Muna, dan Wakatobi. Polda Sultra telah memetakan kerawanan dalam Pilkada serentak 2020 di tujuh daerah dengan alat ukur Indeks Potensi Kerawanan Pilkada (IPKP) tahap tiga. IPKP itu terdiri dari enam dimensi, 23 variabel, dan 171 indikator.

“Enam dimensi yang dimaksud ialah disiplin protokol kesehatan, penyelenggara pemilu, peserta (kontestan pilkada), partisipasi masyarakat, potensi gangguan kamtibmas dan ambang gangguan,” ungkap Kombes Ferry Walintukan.

“Enam dimensi itu menjadi catatan kepolisian untuk dijadikan pedoman dalam rangka melakukan deteksi dini dan mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, atau terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang jadi dasar pengamanan oleh satuan kepolisian,” sambungnya.

Lebih lanjut ia mengatakan seluruh kekuatan yang dilibatkan dalam tiap tahapan akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan dan kebutuhan dari masing-masing wilayah. Berdasarkan indeks potensi kerawanan pilkada tahap tiga yang diestimasi Polda Sultra, wilayah Pilkada yang masuk kategori rawan yakni Kabupaten Muna dengan skor 49,29 diikuti dengan Kabupaten Buton Utara dengan skor 47,99. Sedangkan lima daerah lainnya, masuk kategori kurang rawan. (Kendari Pos)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment