Sindikat Perdagangan Orang Terungkap, Korbannya Nenek-nenek hingga Remaja

0 Komentar

Korban yang dijual oleh pelaku kepada lelaki hidung belang. (Foto: Ist)

INIKATASULTRA.com – Pada akhir masa jabatannya, Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Tiga orang mucikari berhasil ditangkap.

Yakni HA alias Mamah Miang (41), AN alias Kepo (29) dan HI alias Beke (33) dalam penangkapan pada Rabu (18/11) lalu. Sementara korban sebanyak 14 orang.

Para korban yakni LI (51), RF (18), NA (18), M (21), MS (18), WU (17), DS (19), DA (22), SD (25), TR (25), SR (20), MM (17), Al (28) dan DR (22).

“Berdasarkan informasi warga, bahwa di daerah Puncak ada penjualan orang untuk dieksploitasi seksualnya. Kemudian kami lakukan penyelidikan dan mendapat korban sedang dieksploitasi di dalam kamar sebuah villa,” kata AKBP Roland, Jumat (21/11).

Saat itu juga, kata Roland, pihaknya menangkap HI yang bertugas sebagai mucikari saat sedang melakukan transaksi perdagangan manusia. Selanjutnya, kepolisian melakukan pengejaran terjadap HA dan AN.

“Mereka melarikan diri ke Cianjur. Setelah ditangkap, keduanya kami bawa ke Mako Polres Bogor untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Roland.

Modus operandi ketiga pelaku yakni dengan merekrut korban dengan menyediakan tempat semacam mess di daerah Cianjur. Setelah mendapatkan pelanggan, pelaku mengantar korban ke lokasi yang sudah disepakati seperti Kabupaten Bogor dan Cianjur.

Polisi juga menyita 17 unit ponsel, uang tuang Rp2 juta, dua buah kondom mereka Sutra, enam buah kondom merek Arjoena dan satu unit kendaraan roda empat Toyota Avanza berwarna hitam.

Atas perbuatannya, pelaku HI, HA dan AN dijerat dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidanan Perdagangan Orang, dengan ancama pidana penjara maksimal 15 tahun. (Red/Pojok Satu)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment