UHO Lakukan Pemetaan Cetak Sawah Bersama Masyarakat Pombulaa Jaya

0 Komentar

KONSEL, INIKATASULTRA.com – Kebijakan Satu Peta Nasional atau One Map Policy merupakan latar belakang yang menyatakan bahwa Informasi Geospasial Tematik (IGT) yang selama ini ada, ternyata saling tumpang tindih satu dengan yang lain.

Kondisi tersebut sangat menyulitkan dalam mendukung pemanfaatan ruang dan penggunaan lahan untuk pengembangan kawasan dan infrastruktur.

Peran peta sebagai informasi geospasial yang menggambarkan kondisi dan potensi suatu wilayah sangat dibutuhkan dan bahkan mutlak untuk mendukung perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian suatu wilayah.

Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait one map policy, dosen UHO yang berjumlah 5 orang dari bidang studi Geografi melaksanakan pemetaan lahan hasil cetak sawah dengan menggunakan drone di masa pandemi guna menghadirkan
database yang dapat dimanfaatkan pemerintah desa dalam pengembangan program desa.

“Dimasa pandemi ini sangat perlu menerapkan inovasi dan teknologi yang ada agar mengurangi kontak langsung dengan banyak orang serta teknologi drone bisa mengefesiensikan penggunaan waktu dilapangan,” kata Ketua tim pemetaan, Iradat Salihin, Rabu (18/11).

Lebih lanjut, menurut Fitra Saleh selaku anggota tim mengatakan bahwa dengan menggunakan drone dapat memperoleh hasil yang lebih maksimal karena jangkauannya dapat memetakan kurang lebih 25 ha dalam sekali terbang dengan durasi 16 menit.

Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh Pemerintah Desa Pombulaa Jaya karena dengan adanya pemetaan yang dilaksanakan oleh Dosen UHO, pemerintah desa dapat memperoleh database yang lebih akurat serta dapat melihat kondisi eksisting lahan
sawah yang telah ada, menurut Jafar selaku Kepala Desa.

“Kedepannya diharapkan semua desa memiliki database geospasial disegala bidang guna mendorong program pemerintah desa yang lebih tepat sasaran dan tepat guna,” tutup Iradat. (Red)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment