Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa KKN Unilaki, Ini Pesan Rektor

0 Komentar

Para mahasiswa KKN Unilaki berswafoto bersama usai kegaiatan pembekalan dan pelepasan. (Foto: Wulan/IKS)

KONAWE, INIKATASULTRA.com – Universitas Lakidende (Unilaki) memberikan pembekalan sekaligus melepas 300 mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kamis (19/11).

Rektor Universitas Lakidende, Prof. Rostin menyampaikan mahasiswa KKN angkatan kali akan ditempatkan tempatkan pada 30 desa dari 4 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Konawe.

Rinciannya, Kecamatan Puriala ada 10 desa, Kecamatan Lambuya 7 desa, Kecamatan Meluhu 9 desa dan Kecamatan Tongauna Utara ada 4 desa.

“Dari 30 desa tersebut, masing-masing posko diisi 10 mahasiswa KKN dan tentu itu sudah di atur sedemikian rupa bahwa setiap lokasi tiap-tiap perwakilan prodi sudah mengisi,” jelas Rekor.

Mahasiswa pun diimbau untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan, setiap melakukan kegiatan harus selalu memakai almamater, meningkatkan kualitas diri karena mereka adalah generasi milenial pemenang yang bermartabat.

“Di harapkan untuk mengabdi kepada masyarakat, memberikan solusi, mahasiswa harus dengan tulus dan ikhlas berada di tengah-tengah masyarakat,” harap Prof. Rostin.

Menerutnya, mahasiswa harus mampu mengimplementasikan Ilmu yang telah didapatkan dengan mambantu masyarakat baik dari segi pola pikir maupun membantu masyarakat dalam menyelesaikan masalah yang ada khususnya yang berkaitan dengan pengembangan potensi desa..

“Mahasiswa benar-benar berkontribusi, berpartisipasi, menyumbangkan ilmunya kepada masyarakat,” pesan Rektor Unilaki.

Semenatar itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unilaki, Milyan menambahkan sebelum melepaskan mahasiswa untuk melaksanakan KKN terlebih dahulu mahasiswa melakukan rapid tes.

“Salah satu syarat untuk menurunkan mahasiswa KKN harus melaksanakan rapid tes dalam pencegahan Covid-19 sesuai arahan langsung dari Ketua gugus Covid-19 Pemerintah Kabupaten Konawe, jelasnya.

Rapid tes oleh Dinkes setempat kata dia, dilakukan tak hanya ke mahasiswa namun juga ke dosen pembimbing serta supervisor.

“Semua peserta KKN non reaktif terkecuali 5 peserta dengan hasil reaktif itu kita istirahatkan dulu dan akan di berangkatkan di kemudian hari,” beber Milyan. (Wulan/ASL)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment