KPU Konsel Kampanyekan Gerakan Perekaman KTP Elektronik

0 Komentar

KONSEL,INIKATASULTRA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Konawe Selatan (Konsel) terus mendorong masyarakat untuk memiliki KTP Elektronik. Hal tersebut digalakkan KPU sebagai upaya agar masyarakat dapat menyalurkan hak pilihnya dengan mudah pada Pilkada Serentak yang digelar 9 Desember 2020.

Ketua Divisi Data KPU Konsel, Sakirman mengatakan mendukung perekaman KTP Elektronik sebagai salah satu pemenuhan data administrasi kependudukan masyarakat utamanya pada pemilihan bupati dan wakil bupati Konsel.

“Hal ini sebagai bagian kampanye kita kepada masyarakat yang belum memiliki KTP Elektronik,” kata Sakirman saat peresmian peluncuran gerakan mendukung perekaman KTP Elektronik di Kantor KPU Konsel, Kamis (19/11/2020).

Senada dengan itu, Ketua KPU Konsel, Aliudin menuturkan gerakan mendukung perekaman KTP Elektronik tersebut sesuai Surat KPU RI No 1017.

“Karena ada beberapa persoalan, ada saja pemilih terdaftar dalam DPT tetapi belum memiliki KTP Elektronik. Begitu juga mungkin masih ada warga Konsel yang berdomisili di Konsel tetapi belum melakukan perekaman. Inilah langkah kita untuk mendorong gerakan mendukung perekaman KTP-Elektronik,” paparnya.

Ketua Divisi SDM dan Parmas KPU Konsel, Seni Marlina mengatakan, pihak KPU juga terus mengampanyekan ke seluruh badan adhoc di bawahnya untuk mendorong warga dapat melakukan perekaman.

“Dengan gerakan mendukung perekaman KTP Elektronik ini, kita lakukan gerakan masif bersama KPU, Bawaslu, dan Dukcapil untuk dapat mengajak masyarakat Konsel yang telah memasuki usia wajib KTP agar melakukan perekaman KTP Elektronik sehingga dapat menuangkan hak pilihnya,” ajak Seni Marlina.

Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Asriani mengaku hal ini menjadi sebuah pekerjaan tambahan yang tidak bisa santai dikerjakan, tetapi bagaimana mengakomodir seluruh penduduk agar memperoleh hak pilihnya melalui Perekeman KTP Elektronik.

“Di 20 hari tersisa menjelang pemilihan bupati dan wakil bupati Konsel, KPU Konsel mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran diri pentingnya dokumen administrasi kependudukan,” ajaknya.

Kadisdukcapil Konsel, Muhammad Yusuf menilai administrasi kependudukam merupakan persoalan identitas warga.

Ia mengungkap, data jumlah penduduk yang wajib KTP kurang lebih 214.000 jiwa. Sedangkan yang sudah melakukan perekaman berada pada angka 210.000 jiwa.

“Data yang belum merekam sekitar 4.000 jiwa. Terkait persoalan kepemilikan adminduk ini diakibatkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk memiliki adminduk. Olehnya itu, Dukcapil Konsel dalam mengakomodir warga-warga yang belum memiliki KTP, petugas Dukcapil Konsel turun langsung di 25 kecamatan yang ada di Konsel untuk melakukan perekaman,” ungkapnya. (Hamzah)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment