94,70 Persen Masyarakat di Sultra Telah Lakukan Perekaman E-KTP

0 Komentar

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Berdasarkan progres data evaluasi kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pertanggal 13 November 2020, sudah ada 94,70 persen atau 1.743.914 jiwa yang wajib memiliki kartu tanda penduduk berbasis elektronik (E-KTP) di Bumi Anoa telah melakukan perekaman.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sultra, Ismail Lawasa. Ia mengatakan sesuai dengan Data Kependudukan Bersih (DKB) 2020, jumlah wajib KTP di Sultra berjumlah 1.841.560 jiwa.

“Per tanggal 13 November 2020 itu, dari 1.841.560 jumlah wajib KTP DKB di Sultra, sudah ada sebanyak 94,70 persen atau 1.743.914 jiwa yang telah melakukan perekaman. Angka ini masih terus bergerak,” kata Ismail saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/11/2020).

Ia menjelaskan, dari 17 kabupaten dan kota di Sultra, ada 8 daerah yang memiliki jumlah presentase perekaman tertinggi, dan telah melampaui target secara nasional yang ditetapkan yakni 98 persen.

Pertama Kabupaten Wakatobi, dengan presentase 100,99 persen. Jumlah jiwa yang telah melakukan perekaman 81.996 jiwa, dari jumlah wajib KTP 81.194 jiwa.

“Kemudian Buton Utara dengan skor 100,73 persen. Jumlah penduduk yang telah melakukan perekaman 45.236 jiwa, dari jumlah wajib KTP yakni 44.908 jiwa,” ungkapnya.

Ketiga, lanjut Ismail, ada Kabupaten Kolaka dengan presentase 99.90 persen. Jumlah masyarakat yang melakukan perekaman 160.548 jiwa, dari jumlah wajib e-KTP 160.711 jiwa. Kemudian Konawe Utara, presentasenya 99.49 persen. Jumlah jiwa yang melakukan perekaman 44.190 jiwa, dari 44.416 jiwa jumlah wajib e-KTP.

“Kelima Muna dengan presentase 99.16 persen. Jumlah penduduk yang sudah melakukan perekaman 150.066 jiwa dari 151.343 jiwa wajib e-KTP. Lalu Buton dengan presentasi 98.93 persen. Jumlah jiwa yang melakukan perekaman 76.855 jiwa, dari 77.689 jiwa wajib e-KTP,” jelasnya.

Ketujuh, lanjut Ismail, ditempati Kota Baubau, presentasenya 98.03 persen. Jumlah jiwa yang sudah melakukan perekaman 104.866 jiwa dari wajib e-KTP 106.976 jiwa.

“Posisi kedelapan ditempati Konawe Selatan dengan presentase perekaman 98.01 persen. Jumlah jiwa yang sudah melakukan perekaman 210.701 jiwa, dari wajib e-KTP 214.990 jiwa,” terang Ismail.

Sementara itu, lanjutnya, salah satu daerah yang presentase perekaman e-KTP nya paling rendah dibawah target secara nasional adalah Kabupaten Konawe.

“Konawe itu baru mencapai 80.00 persen. Jumlah penduduk yang sudah melakukan perekaman 159.828 jiwa, dari wajib e-KTP 199.773 jiwa. Sementara Konawe sebagai kabupaten induk harusnya bisa sama dengan kabupaten induk lainnya diatas 98 persen,” imbuhnya.

Untuk itu, Ia mengimbau kepada unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Dukcapil di Sultra, terutama yang presentase perekamannya masih dibawah dari target nasional, untuk terus menggenjot pelayanan.

“Sesuai dengan arahan Dirjen Dukcapil agar pelayanan terus digenjot, jangan hanya dilakukan di waktu hari kerja, tetapi dapat dilakukan di hari Sabtu-Minggu maupun di tanggal merah lainnya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya. (Yusran)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment