Ini Alasan Sejumlah Pengurus PDIP Merapat ke Kubu HALO

0 Komentar

Sejumlah kader PDIP Kabupaten Wakatobi mendeklarasikan diri siap memenangkan pasangan Arhawi-Hardin La Omo (HALO). (Foto: Nuriaman/IKS)

WAKATOBI, INIKATASULTRA.com – Sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Wakatobi mendeklarasikan diri siap memenangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi nomor urut 1, Arhawi-Hardin La Omo (HALO).

Mereka diantaranya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Wakatobi, Muhammad Syawal, Wakil ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi Supardi, Ketua Badan Kehormatan Partai La Ode Masiuddin, Wakil Ketua Baguna La Ode Anwar, Sekretaris Bidang Eksternal Suprianto, Pengurus PAC Tomia, M. Madamin dan Ketua PAC Kaledupa, Sawaruddin.

Ketua Bappilu PDIP Wakatobi, Muhammad Syawal mengatakan alasan dia dan teman-temannya bergabung ke paslon HALO berawal dari keresahan terkait banyaknya hoax dan ujaran kebencian yang dilontarkan oleh rival paslon HALO baik secara langsung maupun melalui postingan akun-akun media sosial.

“Terus terang kami resah dengan situasi Wakatobi yang banyak hoax, ujaran kebencian. Kami melihat bahwa pasangan HALO membangun demokrasi yang sehat dan damai,” katanya saat jumpa pers di sekertariat partai Golkar Wakatobi di kelurahan Wanci, Kamis (12/11/2020).

Menurut dia, demokrasi tageline mundi-mundi (senyum-senyum) yang dibangun oleh pasangan HALO mampu menciptakan suasana kondusif serta mencegah hoax, ujaran kebencian, pengkotak-kotakan ditengah masyarakat menjelang dan pasca Pilkada nanti.

“Kami tertarik dengan demokrasi ala mundi-mudi. Sehingga daerah kita yang menjadi daerah pariwisata akan bagus kedepan kalau demokrasi yang tercipta seperti ini,” jelas Syawal.

Alasan lainnya, dia melihat figur Arhawi dan Hardin La Omo adalah perpaduan seorang politisi yang sukses dan seorang birokrasi berpengalaman.

“Tidak perlu dipertanyakan sehingga Wakatobi kedepan menemukan pemimpin yang tepat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, visi Wakatobi menuju pusat eko wisata dunia yang diusung pasangan HALO mempertegas posisi Wakatobi sebagai cagar biosfer bumi, pusat segitiga karang dunia, kawasan taman nasional dan sebagai kawasan strategis pariwisata nasional.

“Sehingha saya yakin bahwa kedepannya Wakatobi akan semakin maju. Ini sikap pribadi kami. Menentukan pilihan itu semua sudah melalui perenungan,” tambahnya.

Menurut pengamatan Syawal, pasangan HALO kini unggul lebih jauh dari paslon lain.

“Saya menarik gerbong Haliana-Syawal (HALAL) dan sudah saya testimoni pada saat kampanye dan Insha Allah hampir 50 persen yang hadir saat kampanye itu adalah pendukung HALAL pada Pilkada 2015 yang dulu,” cetusnya.

Sekretaris Bidang Eksternal PDIP Wakatobi, Suprianto menambahkan pihaknya menjatuhkan pilihan ke HALO karena menurut hasil riset yang ada, sebagian besar konstiuen PDIP Wakatobi mayoritas memilih pasangan HALO.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi PDIP Wakatobi, Supardi mengatakan, sejak jauh hari dirinya telah menyatakan sikap tegas tidak akan bergabung bersama Haliana.

“Jauh sebelum HALO ini terbentuk saya sudah menyatakan sikap politik bahwa saya tidak akan pernah mengikuti seorang pimpinan partai yang gagal di Wakatobi, gagal total,” ujarnya.

Haliana merupakan mantan ketua DPC PDIP Wakatobi yang menurut Supardi gagal pada masa kepemimpinannya selama tiga tahun terakhir sebelum akhirnya lengser dan digantikan oleh Arifuddin.

“Haliana adalah ketua DPC PDIP yang gagal total. Sebiji kerikil pun tidak pernah menyumbang selama tiga tahun memimpin PDIP di Wakatobi. Tidak pernah menyumbang kebangunan (sekretariat PDIP Wakatobi) yang ditinggalkan oleh pak Hugua. Ditelantarkan oleh beliau dengan dana partai 100 juta lebih pertahun. Menjadi ketua partai yang dari 8 kursi (di DPRD) meluluhlantahkan sebuah partai besar. Diobrak abrik oleh seorang Haliana,” beber Supardi.

Bahkan kata Supardi, sejumlah kader PDIP Wakatobi pernah mengalami perlakuan tidak manusiawi pasca lengsernya Haliana dari ketua DPC PDIP Wakatobi. Staf PDIP diusir dari rumah milik keluarga Haliana yang saat itu dijadikan sekretariat PDIP Wakatobi.

“Staf kami di PDIP pernah diusir dari rumah sepupunya sendiri. Dari sekretariat kami diusir seperti anjing karena dia (Haliana) terlengser dari ketua DPC. Biar sisa uang sewa sekretariat 40 ribu lebih diminta,” kisahnya.

Hal inilah yang menjadi alasan Supardi lebih memilih memenangkan pasangan HALO pada Pilkada 9 desember 2020 mendatang.

Di tempat yang sama, Calon Bupati Wakatobi, Arhawi menyampaikan apresiasi atas bergabungnya sejumlah kader PDIP Wakatobi ke kubu paslon HALO.

Dia berharap bergabungnya 7 sesepuh dari PDIP sekaligus bisa menciptakan stabilitas politik didaerah dalam menghadapi Pilkada dengan sisa waktu 20 hari lebih itu.

“Semoga dengan bergabungnya teman-teman ini langkah kita kedepan akan semakin nyata sehingga kerja-kerja politik akan lebih mudah untuk kita raih kemenangan pada 9 desember 2020 ini,” harapnya. (Nuriaman/ASL)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment