Brigadir AM, Polisi Terdakwa Penembak Randi Dituntut 4 Tahun Penjara

0 Komentar

INIKATASULTRA.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Brigadir AM empat tahun penjara atas penembakan mahasiswa Kendari dan ibu hamil saat unjuk rasa penolakan RUU KUHPidana dan UU KPK 2019 silam.

“Meminta majelis hakim menyatakan bersalah terdakwa Brigadir Abdul Malik, dan memidanakan terdakwa Brigadir AM (selama) empat tahun penjara karena terbukti menyebabkan kematian orang lain, dan melukai orang lain,” kata Koordinator JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari, Herlina Maruf, usai sidang pembacaan tuntutan di PN Jaksel seperti yang di kutip di Republika.co.id.

Herlina menerangkan, tuntutan JPU mengacu pada terbuktinya Pasal 359 dan Pasal 360 ayat (2) KUH Pidana. Pasal 359, kata Herlina menerangkan, terkait perbuatan lalai Brigadir AM yang menyebabkan kematian.

Sedangkan Pasal 360 ayat (2), mengatur tentang kealpaan yang menyebabkan orang lain luka-luka. Sebagai pemberatan terhadap terdakwa Brigadir AM, kata Herlina karena, anggota kepolisian tersebut tidak menjalankan prosedur pengamanan yang sudah diperintahkan oleh Polri.

“Bahwa terdakwa Brigadir AM, menjalankan perintah pengamanan, tetapi menyalahi perintah atasannya dengan tidak boleh membawa senjata api, atau pistol,” terang Herlina.

Disebutkan dalam dakwaan yang pernah dibacakan JPU, Brigadir AM terlibat melakukan pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa penolakan RUU KUHP dan UU KPK 2019 di depan Gedung DPRD Kendari 2019. Dalam pengamanan tersebut, Brigadir AM membawa senjata api yang berpeluru tajam.

Dalam pengamanan tersebut, Brigadir AM melepaskan tembakan, saat aksi unjuk rasa mahasiswa berlangsung rusuh. Aksi lepas tembakan tersebut, menewaskan Randi. Peluru dari senjata Brigadir AM, juga mengenai seorang ibu hamil di bagian kakinya.

Mahasiswa lainnya yang juga tewas yakni Yusuf Qardawi akibat dipukuli satuan pengamanan. Dari hasil otopsi jenazah, diketahui Yusuf, hilang nyawa akibat pukulan benda keras di bagian kepala. (Red/Republika)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment