Debat Paslon Pilkada Muna, Rusman dan Rajiun Saling Sorot Kebijakan

0 Komentar

Dua Paslon Pilkada Muna Saat Menjalani Debat Kandidat.

MUNA,INIKATASULTRA.com – LM Rusman Emba dengan LM Rajiun Tumada saling sorot kebijakan saat menjadi bupati di daerahnya masing-masing. Keduanya saling kritik saat debat pasangan calon Pilkada Muna yang digelar di Gedung Galampano Raha, Kamis (05/11/2020) siang.

Rusman menyoroti pembangunan jalan yang diklaim Rajiun sepanjang 720 kilometer di Muna Barat. Rusman meragukan angka tersebut karena menurutnya wilayah yang dipimpin Rajiun tidak besar.

“(Jarak) 720 kilometer itu terlalu jauh. Saya meyakini bahwa itu data yang tidak benar. coba tunjukan bahwa 720 kilometer itu jalan yang dibangun di Muna Barat. Jangan sampai hanya bunyinya yang besar karena Muna Barat itu terlalu kecil (wilayahnya),” kata Rusman dalam debat.

Untuk hal ini, Rajiun mengurai tiga jenis penganggaran pengaspalan dalam pembangunan jalan di Muna Barat. Ia merinci dalam pembangunan jalan ia membedakan pembangunannya untuk jalan yang dilewati mobil besar, mobil sedang, dan jalan antardesa.

Rusman juga menyoroti pembangunan pembangunan Jalan Lingkar Luar Muna Barat yang disebutnya banyak menyedot anggaran hingga 400 miliar.

“Anggarannya habis untuk itu, tetapi kebutuhan dasar masyarakat yang lain tidak terpenuhi,” kata Rusman.

Bupati Muna nonaktif ini juga melakukan kritik terhadap Rajiun yang tak membangun perkantoran pemerintah selama masa kepemimpinannya.

Sementara Rajiun menyoroti pembangunan sejumlah jalan di wilayah Muna yang tidak terealisasi. Menurutnya, Rusman tak melakukan pembangunan jalan di wilayah luar kota Raha.

“Fokus pembangunan (Rusman) hanya di wilayah perkotaan saja. (Padahal) untuk mendukung produktivitas sektor unggulan maka harus dilihat juga pembangunan di wilayah Muna lainnya,” kata Rajiun.

Mantan Bupati Muna Barat ini juga menyoroti pembangunan daerah Motewe sebagai persiapan Kota Baru Muna dan Water Front City di Kawasan Laino.

“Saya kira ini (pembangunan Motewe dan Water Front City) tidak berdampak sangat positif bagi masyarakat. Masih banyak persoalan lain yang betul-betul harus diselesaikan,” kata Rajiun.

Menanggapi hal ini, menurut Rusman pembangunan dua tempat tersebut sebagai upaya perwajahan Muna dan peningkatan ekonomi ke depannya.

“Kita bukan hanya berpikir infrastruktur jalan tetapi berpikir hal-hal lain yang bisa menghasilkan. Kita ingin juga Kota Raha punya pengakuan bahwa itu kota dan representatif,” kata Rusman.

Keterbatasan waktu pada setiap sesi membuat beberapa jawaban yang dijabarkan kedua pasangan calon tak tuntas dijelaskan. Sementara calon wakil keduanya berdasarkan pantauan dari live streaming fanspage facebook hanya berbicara di sesi penutup.

Debat ini sendiri menerapkan protokol kesehatan sehingga orang yang memasuki ruangan dibatasi. Sebagai alternatif agar tersiar ke publik, KPU Muna pun menayangkan debat ini melalui akun fanspagenya. (Safar/Red)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment