Politik Dinasti dan Oligarki di Pilkada Muna, Pengamat: Selama Punya Potensi Sah-sah Saja

0 Komentar

Pengamat politik Sultra, Muhammad Najib Husain. (Foto: Astil/Inikatasultra.com)

KENDARI, INIKATASULTRA.com Isu politik dinasti dan oligarki yang dihembuskan oleh pendukung Rajiun kepada Rusman Emba menjadi diskusi yang menarik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Muna 2020.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Sultra Najib Husen mengatakan, terkadang masyarakat menanggapi terkait politik dinasti tidak adil. Menghembuskan isu oligarki hanya pada sisi politik tapi pada aspek-aspek yang lain tidak.

Menurutnya, saat seorang pengusaha kemudian mewarisi ilmu kewirausahaan kepada anaknya itu tidak menjadi sorotan. “Namun pada sisi politik mewarisi ilmu politik kepada anaknya ini menjadi sorotan, seolah-olah itu adalah dinasti,” kata Najib.

Lebih lanjut dia katakan, pemimpin itu tidak melihat dari sisi keturunannya tapi dari potensi yang dimiliki oleh seseorang. Apakah salah seorang ayah mengkader anaknya menjadi seorang politisi.

“Selama itu punya kapabilitas, punya potensi yang handal dan mendapat dukungan dari masyarakat, saya kira itu sah-sah saja. Keputusan Ridwan Bae dan dr Baharuddin dalam mempersiapkan generasi pemimpin Muna kedepan saya pikir itu hal baik, ujung-ujungnya juga kan dipilih oleh rakyat. Bisa tidaknya mereka menjadi pemimpin kedepan tergantung pilihan rakyat,” tutupnya. (Astil)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment