HMI Minta Pengusaha Kayu Ilegal di Konawe Ditindaki

0 Komentar

KONAWE,INIKATASULTRA.COM HMI Konawe meminta kepada pemerintah daerah Konawe serta penegak hukum untuk tegas menertibkan pengusaha kayu yang tidak memiliki izin di wilayah Kecamatan Latoma. Sebabnya, disinyalir banyak pengusaha kayu ilegal yang menjadi bagian dari pelaku pengrusakan hutan lindung.

“Saya meminta pihak terkait baik Pemda Konawe maupun penegak hukum untuk segera bertindak karena kita ketahui bawah penebangan hutan liar yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab sangat meresahkan buat masyarakat setempat,” kata Ketua HMI Konawe, Irfan.

Menurut Irfan, pengrusakan hutan akan berdampak kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Latoma. Ia mengingatkan, salah satu dampak yang terjadi pada tahun lalu saat Kecamatan Latoma terisolir karena banjir bandang. Ia menilai, hal tersebut tak lepas dari dampak pengrusakan hutan lindung secara masif.

“Beberapa hari ini dari Polsek Abuki menangkap sekian kubik kayu berbetuk bantalan yang di duga dari hutan lindung. Yang perlu saya tegaskan dari pihak penegak hukum agar jangan sepihak, atau hanya berani menangkap atau menahan pengolah kecil justru pengolah besar/penada di Unaaha dibiarkan saja,” katanya.

“Aparat penegak hukum dalam hal ini polisi kehutanan serta Polres Konawe harus tegas. Apabila hukum ditegakkan maka tegakan jangan pandang bulu, jangan pengusaha besar dibiarkan, pengolah kecil dikejar-kejar karena mereka itu mengolah kayu hanya untuk bertahan hidup,” tambahnya.

Irfan mengancam akan melakukan tekanan terhadap pihak-pihak terkait jika hal ini tak tertangani.

“Saya tegaskan akan turun berdemonstrasi ke pihak terkait dalam hal ini Pemda Konawe Serta Polres Konawe. Kami menduga mereka lalai membiarkan pengusaha kayu yang tidak memiliki izin beroperasi menebang hutan secara liar di Kecamatan Latoma,” pungkasnya. (Asrhy)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment