Resah Punya Suami Hobi Kredit Kendaraan

0 Komentar

Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock)

INIKATASULTRA.com – Gaji pas-pasan, tapi hobinya hamburkan uang. Gaya hidup Bambang (40) –bukan nama sebenarnya–, yang boros itu membuat Fita (35) –bukan nama sebenarnya–, sebagai istri jengkel. Bukan malah nabung, malah hobi gonta-ganti sepeda motor.

Demi gengsi. Itulah alasan Bambang membeli kendaraan baru setiap tahunnya. Padahal mobil atau motor yang lama masih bisa dipakai dan sanggup berjalan. Akan tetapi, gaji dan lingkungan pertemanannya tidak sinkron untuk menuruti keinginan bapak dua anak ini.

Fita pun kerap ngomel ketika Bambang ancang-ancang akan kredit buat ganti mobil atau motor. Hal ini membuat hubungan rumah tangga mereka tak harmonis dan sering terjadi perselisihan di antara mereka.

“Sudah diingatkan berkali-kali nggak usah nuruti nafsu beli kendaraan baru. Tapi setiap diingatkan selalu nggak diterima. Malah nuduh saya mengekang,” ujar Fita ditemui di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya belum lama ini.

Karena sering terjadi perselihan pendapat, ketika butuh uang untuk biaya rumah tangga, pernah sampai kehabisan gara-gara harus membayar tagihan kredit kendaraan. Fita sempat kaget ketika didatangi pihak leasing kendaraan di rumahnya.

Tunggakkan cicilan kendaraan suaminya itu sampai tiga bulan. Menurut pengakuan pihak leasing, ketika ditagih, Bambang selalu ngeles dan mengucapkan beribu alasan untuk menghindarinya.

Fita pun marah. Ia minta pihak leasing datang ke tempat kerja Bambang saja. Biar bisa diselesaikan lebih cepat dan nggak bikin Karin repot. Ketika didatangi di kantornya, Bambang malah marah-marah dan mengusir debt collector tersebut.

“Saya sudah sabar dan ingatkan agar tidak lagi kredit kendaraan. Bilangnya ada uang, tapi kok cicilan nunggak sampai berbulan-bulan. Dia (Bambang, Red) terlalu menggampangkan,” ucap Fita.

Di bulan berikutnya, Bambang sempat dikirimi surat tagihan agar segera melunasi hutangnya itu. Bila tidak, kendaraan yang dikreditnya bakal ditarik secara paksa. Mengetahui hal tersebut, Bambang meminta Fita untuk mencarikan uang pinjaman. Namun perempuan tersebut tak mau.

“Saya nggak pengin terlilit hutang. Kalau gini caranya saya bisa stres lama-lama,” kata dia.

Karena Bambang yang tak kunjung bertobat untuk kredit kendaraan, Fita memutuskan menggugat Bambang. Ia tak ingin tersangkut masalah hukum dan terjerat hutang. “Nggak apa saya, mending cerai saja. Daripada saya kena batunya,” tandasnya. (Red/Radar Surabaya)


Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment