Nomor Urut Paslon, Pengamat Sultra: Tak Begitu Punya Andil Besar untuk Meraih Dukungan

0 Komentar

Pengamat politik Sultra, Muhammad Najib Husain. (Foto: Astil/Inikatasultra.com)

KENDARI, INIKATASULTRA.com Tujuh pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati di tujuh daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 sudah mendapat nomor urut.

Bagi setiap paslon, nomor urut punya makna filosofi tersendiri di muka publik. Meski tujuan sesungguhnya untuk memudahkan para pemilih untuk menentukan dukungannya saat pencoblosan nanti.

Sebagian paslon menganggap nomor urut merupakan bagian penting meraih mandat para pemilih. Sebagian lagi berpandangan nomor urut hanyalah seremonial semata sebagai tahapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menuju fase berikutnya.

Namun, Pengamat politik Sultra, Dr. Najib Husain mengatakan, terdapat dua sudut pandang dalam menilai nomor urut para paslon. Pertama, dari segi kacamata rasional. Tafsiran hakekatnya nomor urut yang bersemayam pada kandidat tertentu tidak memiliki pengaruh berarti untuk menggaet dukungan masyarakat.

“Karena sebuah angka baik nomor satu, dua, dan seterusnya hanyalah bagian untuk lebih mengekspilisitkan paslon tertentu. Hanya sebagai pembeda, satu paslon dengan lainnya,” ujar Najib Husain, kepada Kendari Pos, Kamis (24/9/2020).

Selain itu, untuk memudahkan para pendukung maupun pemilih untuk menaruh minat kecenderungan kepada figur tertentu.

“Perhitungan politik rasional, nomor urut paslon tidak begitu punya andil besar untuk bisa mengantarkan mereka meraih dukungan besar masyarakat. Karena sejatinya bukan pada area ini yang menjadi substansi menggaet dukungan,”kata Najib Husain.

Pandangan kedua, sambung akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Halu Oleo (UHO) itu, yakni terletak pada tafsiran sebuah simbol. Artinya, nomor urut yang didapatkan biasanya dikaitkan dengan pemikiran yang bersifat mistis. Yang terkadang mereka sebut sebagai angka keberuntungan, angka kemenangan, dan lain sejenisnya.

Mereka (paslon) mencoba mencari dan menggali secara mendalam untuk membangun sebuah opini positif atas nomor urut yang didapatkan. Hal ini sah-sah saja dalam kontestasi perpolitikan.

Namun ada yang harus dihindari yaitu tidak terbuai atau terlena dengan iming-iming tafsiran simbol nomor urut itu secara total.

Pasalnya, yang menjadi titik utama dalam menggarap dukungan besar terletak pada kekuatan paslon atau tim kampanye dalam melakukan aktualisasi strategi bergerak di tengah-tengah masyarakat.

“Bisa juga dari nomor urut yang didapatkan, disinkronkan dengan pemikiran-pemikiran tertentu. Yang sifatnya koheren dengan masalah-masalah yang sedang dihadapi masyarakat. Sehingga pesannya bisa menyentuh nalar para pemilih, dan berpotensi besar akan mengundang simpati untuk menjatuhkan pilihannya kepada paslon yang bersangkutan,” terangnya. (KP/IS)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment