Diduga Penambangan Ilegal, Polda Sultra Segel Puluhan Alat Berat PT PCM di Batu Putih

0 Komentar

Polda Sultra Segel Puluhan Alat Berat PT PCM di Batu Putih.

KOLUT, INIKATASULTRA.comDiduga melakukan aktivitas pertambangan ilegal di lahan Ex Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Pandu Citra Mulia (PCM), di Kecamatan Batu Putih, jajaran Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polisi Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengamankan puluhan alat berat jenis excavator.

Operasi yang dipimpin langsung Kepala Subdit Tindak Pidana Tertentu (Kasubdit Tipiter) Ditreskrimsus Polda, melibatkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi dan Inspektur tambang, dimulai, Rabu (23/9/2020) dan berhasil memasang police line (garis polisi) sedikitnya 20 unit alat berat jenis excavator dari berbagai merk dan 1 buah Bulldozer.

Kasat Reskrim Polres Kolut, Iptu Ahmad Patoni, membenarkan adanya operasi yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Sultra di wilayah Kecamatan Batu Putih.

“Ia benar ada operasi, hanya saja Polres dilibatkan dalam proses membantu pengamanan dan membantu untuk mencari konfirmasi pihak-pihak terkait,” kata Ahmad Patoni, Jumat (25/9/2020).

Menurut Ahmad Patoni, untuk alat berat excavator saat ini telah dititip di Mapolres sebanyak 2 unit. Sedangkan Pergeseran untuk excavator yang lain memerlukan waktu.

“2 unit telah tiba di Mapolres, sedangkan yang lain memerlukan waktu untuk mobilisasi. Untuk jumlah berapa alat yang dipasangi garis polisi belum diketahui, nanti rilis datanya dari Ditreskrimsus,” ujar Ahmad Patoni.

Sementara itu, menangani operasi Ditreskrimsus Polda Sultra, Ketua Komunitas Lingkar Demokrasi (Komparsi) Sultra, Tasman menayangkan operasi yang terkesan lambat.

“Kegiatan kejahatan dari sektor tambang di Kecamatan Batu Putih yang telah menelan korban jiwa, telah lama terjadi bahkan puluhan tongkang telah berhasil keluar yang merugikan negara puluhan miliar,” kata Tasman.

Sehingga lanjut dia operasi Ditreskrimsus dan Dinas terkait terkesan lambat, sebab siapa yang akan bertanggung jawab dengan puluhan hektar lokasi bukaan yang dilakukan para pelaku penambangan ilegal.

“Kita berharap hukum dapat ditegakkan dengan benar. Jangan lagi mempertontonkan pada masyarakat hukum karet,” ujar Tasman.

Sebab, kata Tasman, seperti yang terjadi beberapa waktu di Totallang Desa Sulaho Kecamatan lasusua terhadap PT Pelangi Mining Indonesia (PMI) yang menambang di luar titik koordinat PT Citra Silika Mallawa (CSM). Dilepaskan dan Direkturnya masih berkeliaran bebas meskipun alat berat, Dump truck serta tanah ore dipasangi garis polisi.

Tasman mengharapkan Ditreskrimsus bukan hanya menangkap para pelaku penambangan ilegal. Namun juga menangkap para pemilik IUP yang memfasilitasi dokumen penjualan.

“Mohon tangkap juga Direktur PT Alam Mitra indah Nugraha (Amin) dan PT Lawaki yang diketahui memberikan dokumen penjualan pada para pelaku kejahatan ini. Sebab kedua perusahaan ini memiliki wilayah IUP di Kecamatan Tolala,” jelas Tasman. (**)

Penulis : Reno
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment