Karyawan Pangkalan Minyak Ungkap Dugaan Mafia BBM Subsidi di Wakatobi

0 Komentar

Pangkalan Minyak Tanah milik LAD di Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi.

WAKATOBI, INIKATASULTRA.com Dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi saat ini sedang ramai, di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Seperti halnya yang terjadi di salah satu pangkalan minyak tanah (Kerosene) milik pria berinisial LAD yang beralamat, di Kelurahan Mandati II, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi.

Diduga kuat LAD menimbun BBM jenis Solar (Gas Oil) dan Bensin/premium (Gasoline) dalam jumlah besar. BBM subsidi tersebut selanjutnya dijual kesejumlah pengecer jauh diatas harga subsidi.

Dikonfirmasi, LAD membenarkan jika pangkalan miliknya menjual minyak tanah yang dibelinya dari salah satu pengusaha Agen Premium Minyak Solar (APMS) yang beroperasi di Kecamatan Wangi-wangi Selatan.

Dia mengaku telah mengantongi surat izin lengkap yang dikeluarkan oleh instansi terkait dari Pemda setempat.

“Kami menjual minyak tanah Rp 115.000 (per jerigen ukuran 20 liter-red). Saya punya surat izin lengkap,” katanya, Sabtu (20/9/2020).

Namun demikian, dia membantah jika pihaknya menyalurkan BBM subsidi jenis Solar dan Bensin dari pangkalan miliknya. “Saya tidak jual bensin dan solar,” bantahnya.

Pernyataan LAD berbanding terbalik dengan pengakuan salah seorang karyawannya. Terungkap fakta mencengangkan bahwa selain menjual minyak tanah, pihaknya juga menyediakan solar dan bensin.

Karyawan yang tidak menyebutkan namanya itu mengatakan, kegiatan ini telah berlangsung lama. Bahkan pihaknya siap mensuplay pelanggan sedikitnya 10 ton per bulan. Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Bensin dibandrol dengan harga Rp 8.000 per liter, sementara solar Rp 7.000 per liter.

“Rp 160 ribu bensin, solar Rp 140 ribu (per jerigen 20 liter-red) . Kalau mau ambil 10 (jerigen) atau lebih bisa di antarkan. Minyak tanah, bensin, sama solar kalau kita mau ambil Insya Alah paling sedikit saya bisa siapkan 10 ton atau 500 gen perbulan, paling sedikit,” bebernya via Whats App pribadinya, Sabtu (19/9/2020).

Alhasil, untuk mendapatkan laba para pengecer harus menjual BBM lebih mahal dibanding harga yang diperoleh dari pangkalan.

Sebagai informasi, harga subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah saat ini untuk BBM jenis solar Rp 5.150 per liter, sementara premium Rp 6.450 per liter. (**)

Penulis : Nuriaman
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment