Soal Jam Malam di Kendari, Ini Permintaan AROKAP ke Pemkot

0 Komentar

Ketua AROKAP Kendari, Amran. (Foto: Ist)

KENDARI, INIKATSULTRA.com – Jumlah kasus baru Covid-19 di Kendari masih menunjukkan tren peningkatan. Sebagai contoh, kemarin saja tercatat ada sebanyak 23 warga Kota Lulo yang terkonfirmasi positif virus corona.

Pemkot Kendari pun mulai melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan membuat surat edaran nomor: 443.1/2992/2020 tentang pembatasan aktivitas masyarakat dalam rangka pencegahan resiko penyebaran Covid-19 yang mewajibkan penggunaan masker, serta pemberlakuan jam malam.

Menanggapi hal itu, Pengurus Asosiasi Rumah Makan, Karaoke dan Pub (AROKAP) Kendari meminta agar edaran tersebut dapat ditinjau kembali mengingat para pelaku usaha yang tergabung dalam AROKAP mayoritas beraktivitas pada malam hari.

“Kita pada prinsipnya langkah yang kami lakukan itu adalah langkah yuridis yang tidak mungkin melampaui pemkot. Langkah yang kami berikan adalah memberi kajian baik segi ekonomi, keamanan, operasional bahkan pendapatan daerah,” jelas Ketua AROKAP Kendari, Amran, Senin (22/9) malam.

“Semestinya melihat masyarakat Kota Kendari khusunya yang tergabung dalam AROKAP ini yang jumlahnya 784 orang ini sedini mungkin dapat melakukan peninjauan dan kajian kembali terkait jam malam ” tambannya.

Menurut Amran, pihaknya menaati aturan terkait protokol kesehatan. Namun dengan adanya aturan baru terkait jam malam, hal ini justru kembali melemahkan ekonomi yang perlahan ingin bangkit.

“Kami pada prinsipnya mengikuti instruksi dan patuh terhadap pemkot terkait protokol kesehatan, namun tetap harus dipikirkan nasip teman-teman jika ini berlaku berkepajangan tanpa stimulan yang baik akan menimbulkan tingginya penangguran dan kerawanan sosial,” pungkas General Manager Inul Vizta Karaoke ini. (IS)


Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment